Posts Tagged ‘temanggung’

Tulisan ini agaknya perlu dihadirkan ke blog ini sebagai cara untuk memperkenalkan komunitas Temanggungan, terutama menyangkut dengan penerbitan Stanplat. Ternyata sekalipun sudah hampir masuk usia 4 tahun,sebagian warga Temanggung, terutama mereka yang di rantau belum mengenal aktivitas Perkumpulan Independen Komunitas Temanggungan (PIKATAN).

Stanplat Temanggung dan Gerakan Lokal (lebih…)

Iklan

Pikatan di Kompasiana

Posted: April 29, 2010 in cerita
Tag:, ,

Untuk memberikan bacaan-bacaan seputar Temanggungan, selain membuka situs ini, organisasi PIKATAN (Perkumpulan Independen Komunitas Temanggungan juga hadir di kompasiana.com. Tujuannya adalah untuk menyapa pembaca non Temanggung dengan materi-materi khas Temanggungan yang sebagian besar materinya diambil dari Buletin Stanplat Temanggung. silahkan kunjungi http://www.kompasiana.com/perkumpulantemanggungan.

Bergabunglah berdiskusi di millit PIKATAN pikatan@googlegroups.com dan http://www.facebook.com/pikatantemanggung

Bupati Temanggung, Drs. H Hasyim Afandi mengatakan tembakau merupakan salahsatu potensi unggulan daerah karunia Tuhan Yang Maha Esa bagi masyarakat Kabupaten Temanggung yang harus tetap dijaga kelestariannya. Menurutnya, tembakau memilini nilai ekonomi yang tinggi bagi kesejahteraan masyarakat Temanggung sehingga pemerintahannya tidak akan bermaksud untuk mengurangi tanam tembakau.

“Masalah tembakau dan rokok semestinya harus dilihat secara jernih dan tidak langsung dihubungkan dengan isu kesehatan semata. (lebih…)

Digelar, Seminar soal Kontroversi Rokok Kretek
Laporan wartawan KOMPAS Susi Ivvaty
Rabu, 31 Maret 2010 | 08:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Soal tembakau dan kesehatan makin marak dan menjadi polemik akhir-akhir ini. Berbagai aksi turun ke jalan dilakukan para petani tembakau yang dalam hal ini juga menjadi korban. Untuk itu, Perkumpulan Independen Komunitas Temanggungan (PIKATAN) akan menggelar seminar berjudul “Kretek dalam Perspektif Ekonomi, Politik, dan Kebudayaan”.

Pembicara seminar adalah Dr Siti Fadilah Supari (mantan Menteri Kesehatan/anggota Watimpres), Drs H Hasyim Afandi (Bupati Temanggung), Dr Hendri Saparini (pengamat ekonomi Econit), Dr Mohamad Sobari (budayawan), serta beberapa anggota DPR dan narasumber pembanding dari pemerintah. Moderator oleh Putut Trihusodo.

Seminar digelar pada  Kamis, 1 April 2010 pukul 09.00-17.00 di Hotel Cemara Baru, Jalan Wahid Hasyim No 69, Jakarta Pusat. Seminar ini gratis untuk umum.

Ketua panitia seminar, Andy Yoes Nugroho, mengatakan, seminar  tidak bertujuan untuk mendukung atau tidak mendukung salah satu dari sekian pihak. Melainkan, memberikan masukan baru dari sudut pandang yang berbeda yang selama ini diwacanakan oleh media massa. “Lewat forum ini, kami berharap bisa mendapatkan suara lain dari sekadar isu kesehatan dan halal-haram,” ujar Andy.

Polemik rokok, tembakau, dan kesehatan mestinya didudukkan secara tepat sehingga menghasilkan maslahat umum. Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Pengamanan Produk Tembakau sebagai Zat Adiktif bagi Kesehatan masih butuh dikritisi.

Dari sisi kesehatan, rokok tidak bisa dibantah menjadi sebuah persoalan publik. Namun, dunia rokok memiliki kontribusi pada lapangan kerja karena kemampuannya menghidupi jutaan orang di tengah langkanya penyediaan lapangan kerja, bahkan menyumbang pendapatan negara. Menurut Andy, rokok (dalam hal ini rokok kretek) juga memiliki nilai budaya. Kretek adalah produk khas pertanian kita. Kretek telah menjadi bagian dari detak jantung masyarakat kita.