Archive for the ‘Pikatan & Gerakan Lokal’ Category

Pengantar

Rumah Mudik pada dasarnya adalah sebuah gagasan untuk memfasilitasi para perantau dari Temanggung yang jumlahnya mencapai ribuan orang. Ada 2 agenda utama yang sangat menonjol sebagai alasan kepulangan para perantau ini (yang kemudian lebih dikenal dengan istilah mudik – kembali ke udik) ialah lebaran (hari raya idul fitri) dan liburan sekolah. Ketika lebaran menjelang maka sudah bisa dipastikan hampir seluruh perantau akan kembali ke tanah kelahiran. (lebih…)

INDOPOS, Minggu 23 September 2007 – hal. 17

 n KOMUNITAS

 Tanah Bebas Berekspresi


Meskipun perantau, para seniman asal Temanggung bertekad membentuk komunitas baru di Jakarta. Namanya Komunitas Tanah Merdeka. Komunitas yang terletak di kawasan Tanah Merdeka 1 A, Kampung Rambutan, Jakarta Timur, itu menamakan komunitasnya berdasarkan filosofi. “Tanah adalah bumi tempat mereka berpijak dan merdeka yaitu bebas berekspresi serta menyampaiakn pendapat,” kata Sekretaris Komunitas Tanah Merdeka Andy Yoes Nugroho.
(lebih…)

Tahukah Anda?

Stanplat terbit pertama kali pada bulan Juni, tepatnya tanggal 29 Juni 2006. Rencana pendirian Stanplat dibahas sebulan sebelumnya dengan melibatkan diskusi di millist TMG-news-mail@yahoogroups.com dan temanggung@yahoogroups.com. Tanggal 9 Juni, bertepatan dengan malam pembukaan Piala Dunia di Jerman beberapa orang pendiri yang berada di Jakarta Rapat di Kedai Tempo 68 H, Utan Kayu. Di situ beberapa pendiri membahas rencana rapat keredaksian dan penggalangan dana. Selanjutnya hasil rapat itu didiskusikan di millist. Tanggal 24 juni semua naskah sudah siap cetak. Tanggal 26 Juni naik cetak 12 halaman. Tanggal 29 Juni Stanplat terbit, sehari kemudian dikirim ke Temanggung dan dibagi-bagikan ke para awak pendiri Stanplat dan calon pelanggan.Ya, sekarang bulan Juni. Stanplat terbit 16 halaman dengan berbagai perubahan dan dinamika internal. Perjalanan baru satu tahap. Tahap kedua adalah mendirikan lembaga yang akan menaungi Stanplat, yakni PIKATAN yang sudah berdiri untuk kemudian dilegalisasikan di notaris. Berikut ini adalah beberapa komentar dari pejabat dan tokoh masyarakat Tentang Stanplat. Komentar Anda? (lebih…)

kijing-kopir2a.jpg

Stanplat adalah koran komunitas berbasis masyarakat lokal Temanggung. Ciri khas buletin ini menyandarkan pada perspektif studi kebudayaan (cultural studies). Dengan cara yang ilmiah, luwes, kritis, penuh penghargaan terhadap budaya lokal, -kita harapkan pembaca akan larut dalam suasana intim dengan lingkungan sekitarnya,-tempat di mana mereka mengalami kehidupan sehari-hari sebagai orang Temanggung. Dengan cara yang demikian itu, Stanplat diharapkan benar-benar menjadi media publik yang tidak kalah bermutu dengan media massa konvensional.Di bawah ini ada beberapa visi dan tujuan yang kami miliki: n Membangun kultur kehidupan masyarakat Temanggung yang modern, partisipatif dan tanggap terhadap perubahan jaman. n Merangsang tumbuhnya inisiatif lokal yang khas, cerdas dan beradab dalam bidang budaya, agama, sosial, politik, ekonomi, teknologi dan lain-lainn Selain itu, media ini juga memiliki fungsi sosial sebagai, 1) Saluran komunikasi antar sesama warga baik yang berada di Temanggung maupun di luar Temanggung. 2) Sarana pendidikan non akademik.3) alat kontrol kekuasaan politik pemerintah/DPRD. 4) Ajang kreativitas kaum muda dalam berbagai bidang.Buletin Stanplat Temanggung didirikan oleh komunitas migran asal Temanggung. Lahirnya Stanplat dilatarbelakangi oleh dua hal yang paling mendasar. 1) memberikan bacaan rutin yang ilmiah, rasional dan kritis kepada masyarakat lokal Temanggung. 2) Meningkatkan partisipasi publik dalam bidang sosial, politik dan budaya. Buletin ini beredar gratis dengan pertimbangan sebagai berikut:

  1. Minimnya “minat baca” dan “minat beli” masyarakat atas bacaan.
  2. Jika dijual diperkirakan arus edarnya hanya mencapai 400eksemplar. 200 dibeli pelanggan tetap. 200eks dibeli pengecer. Sedangkan selama ini kita edarkan secara gratis mencapai 3200 eksemplar. 2500 beredar di Temanggung. 600 eks beredar di komunitas perantau Temanggung di Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Balikpapan, Batam dan Jayapura
  3. Kesulitan mengurus penjualan, terutama para loper, kurir dan penagihan uang.
  4. Komersialisasi bisa mengakibatkan para pembaca sekadar membeli untuk konsumsi bacaan sendiri

Bagaimana Stanplat bisa tumbuh berkembang “mensubsidi” ribuan pembaca?

  1. Penggalian dana melalui sumbangan baik dari orang Temanggung maupun dari luar Temanggung. Fakta yang terjadi, banyak sumbangan uang justru dari luar orang Temanggung
  2. Iuran
  3. Usaha mandiri (produksi kaos) sangat mendukung perolehan uang.
  4. Dengan menggratiskan Stanplat, pengurus lebih merasa bebas mencari penggalian dana secara sukarela. Masing-masing orang sadar bahwa tujuan penggalian dana secara sukarela adalah untuk menyubsidi bacaan bagi masyarakat lokal (desa) yang selama ini jauh dari informasi media cetak.

Apakah pola yang selama ini diterapkan sangat efektif untuk jangka panjang?Jawabnya tidak: Hal ini disebabkan kebutuhan cetak stanplat Rp 3.500.000 tergolong sangat besar dengan jumlah uang yang masuk. Di lain pihak kebutuhan dana operasional untuk meningkatkan kualitas stanplat dan kegiatan di luar keredaksian semakin meningkat. (contoh kebutuhan operasional tim liputan, sekretariatan, pelatihan jurnalistik dll) Apakah iuran bisa jadi alternatif?Jawab bisa ya bisa tidak. Jika iuran bisa rutin digalakkan hingga mencapai hasil Rp 6juta perbulan Stanplat akan terus bisa terbit. Jika berada hanya mencapai Rp 4 juta per bulan kondisi akan Stagnan dengan kualitas yang tidak akan meningkat. Apakah penggalian dana lewat produksi-produksi bisa jadi alternatif?Bisa jika memang ada produksi yang layak dibuat rutin per 3 bulanan dengan perolehan keuntungan 18-20 juta. Apakah ada alternatif dana lain?Mengingat Stanplat ini menyandarkan diri pada gerakan sosial, maka dana funding adalah satu-satunya alternatif lain yang cocok. Apa target kami selanjutnya?

  1. Menerbitkan Stanplat bulanan tetap 16 halaman, kertas koran dengan jumlah mencapai 20 ribu eksemplar.
  2. Menumbuhkembangkan gerakan sosial minimal dalam hal pelatihan jurnalistik, organisasi, ekonomi kerakyatan, diskusi ilmiah (filsafat, ekonomi, politik, kajian agama, sastra dan budaya)
  3. Mengaktifkan perpustakaan di sekretariat Stanplat sebagai sarana “sekolah alternatif” masyarakat (khususnya kaum muda) Temanggung.  Di sini kami membayangkan ada ratusan/ribuan buku, berlangganan beberapa koran nasional/lokal, majalah, jurnal. (Faiz Manshur)

SUARA MERDEKA: Pandangan orang di luar Amerika Serikat bahwa surat kabar seperti New York Times atau Washington Post merajai pasaran koran di AS tidak sepenuhnya benar.

munyuk-dan-stanplat.jpg

Kehausan informasi akan berita lokal masih menempatkan koran lokal sebagai bacaan utama, selain internet, di negara Paman Sam itu. Hal tersebut diungkapkan dosen Arizona State University (ASU), Prof Craig M Allen, saat berkunjung ke kantor redaksi Suara Merdeka Jl Kaligawe Km 5 (13/7/2006). (lebih…)