SEMINAR Kretek Dalam Perspektif Ekonomi, Politik dan Kebudayaan

Posted: Maret 29, 2010 in agenda & kegiatan
Tag:,

PERKUMPULAN INDEPENDEN KOMUNITAS TEMANGGUNGAN

Jl. Tebet Barat no 61, Jakarta Selatan Kontak Person: Andy Yoes Nugroho (081311114043) Fahrudin (08156801352)

Kretek Dalam Perspektif Ekonomi, Politik dan Kebudayaan

Kontroversi adalah sesuatu yang lazim dalam setiap proses. Namun tidak secara otomatis akan melahirkan nilai positif bagi semua pihak. Polemik rokok, tembakau dan kesehatan mestinya didudukkan secara tepat sehingga menghasilkan maslahat umum.

Akhir-akhir ini Indonesia diguncang isu rokok. Dimulai dari Rencana Peraturan Pemerintah Tentang Pengamanan Produk Tembakau Sebagai Zat Adiktif Bagi Kesehatan sampai perihal fatwa haram. Meskipun sesungguhnya Rancangan Peraturan Pemerintah tersebut muncul dari pemerintah, tetapi pemerintah sendiri belum tentu bisa melaksanakan secara semestinya. Memang pada masalah kesehatan, rokok tidak bisa dibantah menjadi sebuah persoalan publik. Tetapi harus diakui pula bahwa dunia rokok memiliki kontribusi pada lapangan kerja karena kemampuannya menghidupi jutaan orang di tengah langkanya penyediaan lapangan kerja, -bahkan menyumbang pendapatan negara.

Di balik polemik tersebut, ada juga satu masalah yang serius, yakni ketiadaan solusi praktis kemana nasib petani, buruh tani dan tenaga kerja yang berhubungan dengan tembakau dan rokok. Masalah ekonomi adalah perkara yang rumit. Rantai produksi dalam tembakau bukan hanya terdiri dari pabrik-pabrik rokok, melainkan juga kaum buruh, petani tembakau dan cengkeh, para penjual baik penjual besar maupun kecil, pengusaha dan pekerja di biro iklan, media massa yang membutuhkan iklan, dan berbagai kegiatan masyarakat yang juga membutuhkan berbagai kucuran dana dari bisnis ini. Selain itu, kita harus melihat dengan awas lagi terutama di dalam dimensi politik (yang tentu saja ada hubungannya dengan persoalan ekonomi) menyimpan persoalan kedaulatan bangsa. Dalam konteks ekonomi internasional, bukanlah sesuatu yang mustahil dominasi kekuatan kapitalis juga bermain untuk kepentingan dominasi bisnis. Globalisasi adalah keniscayaan, dan salahsatu keniscayaan itu adalah paradigma baru mengenai rokok terkait dengan kesehatan. Namun, akan menjadi menjadi sebuah persoalan kebangsaan manakala kebijakan tersebut didesakkan bukan atas nama rakyat. Sederhananya kita bisa saja mengatakan, kalau memang larangan atau pembaruan itu memang sebuah keniscayaan untuk dilakukan, mestinya dilaksanakan secara objektif dengan memegang teguh kedaulatan ekonomi, politik dan budaya, bukan karena desakan kepentingan pihak asing. Ada apakah dengan semua ini? Kita juga harus mengingat bahwa persoalan rokok (dalam hal ini rokok kretek) juga memiliki nilai budaya. Kretek adalah produk khas pertanian kita. Kretek telah menjadi bagian dari detak jantung masyarakat kita. Kretek, sebagaimana batik, keris, wayang dll, seharusnya mulai dilihat sebagai pusaka Nusantara yang tentu memiliki nilai yang mesti diperhatikan.

Bagaimana masalah identitas seperti ini seharusnya didudukkan? Sejumlah polemik atas proses Rancangan Peraturan Pemerintah tersebut agaknya memang perlu dibicarakan secara khusus, terutama menyangkut hubungan-hubungan yang unik dimulai dari tembakau, rokok, kretek, petani, politik, ekonomi dan kebangsaan. Beragam pertanyaan, tanda-tanya dan konflik antar kelompok yang berkepentingan dalam masalah ini mestinya mendapat masukan yang lebih baik. Itulah mengapa panitia bermaksud menggelar seminar khusus dengan tema di atas. Niatan seminar ini berpijak pada prinsip untuk membuka peluang kepada kelompok yang memiliki pandangan tetapi selama ini terpendam oleh gemuruh kontroversi yang tidak produktif. Dengan adanya forum ini, kita berharap bisa mendapatkan suara yang lain dari sekedar isu kesehatan dan halal-haram.

Seminar ini tidak bertujuan untuk mendukung atau tidak mendukung salahsatu dari sekian pihak, melainkan memberi masukan baru dari sudut pandang yang berbeda yang selama ini diwacanakan oleh media massa. Lebih dari itu, seminar ini juga bermaksud memberikan suara dari perspektif lokal pertanian tembakau di mana kaum tani tembakau selama ini menjadi pihak yang paling resah atas polemik rokok di media massa. Tentu dengan sejumlah tawaran solusi kepada pemerintah dan masyarakat.

TEMA SEMINAR :

Kretek Dalam Perspektif Ekonomi, Politik dan Kebudayaan”

POKOK-POKOK BAHASAN :

• Rokok dan masalah kesehatan

• Tembakau dan nasib ekonomi kaum tani dan buruh tani.

• Ekonomi-politik rokok nasional di era global.

• Identitas kretek dan budaya bangsa.

NARASUMBER :

• Drs. H Hasyim Afandi (Bupati Temanggung)

• Salamudin Daeng (Analis Ekonomi-Politik Institute Global Justice Jakarta)

• Dr. Mohamad Sobari (Budayawan)

• Nur Suhut (Anggota Komisi IX DPR-RI)

Moderator: Putut Trihusodo

PELAKSANA :

Perkumpulan Independen Komunitas Temanggungan (PIKATAN)

TEMPAT :

Hotel Cemara Baru, Jl. Wahid Hasyim no 69, Jakarta Pusat (

WAKTU PELAKSANAAN

Hari: Kamis 1 April 2010. Waktu : 09:00-17:00

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s