Mengenal Rumak Mudik

Posted: April 8, 2008 in Kabar Pikatan, Media PIKATAN, Pikatan & Gerakan Lokal
Tag:

Pengantar

Rumah Mudik pada dasarnya adalah sebuah gagasan untuk memfasilitasi para perantau dari Temanggung yang jumlahnya mencapai ribuan orang. Ada 2 agenda utama yang sangat menonjol sebagai alasan kepulangan para perantau ini (yang kemudian lebih dikenal dengan istilah mudik – kembali ke udik) ialah lebaran (hari raya idul fitri) dan liburan sekolah. Ketika lebaran menjelang maka sudah bisa dipastikan hampir seluruh perantau akan kembali ke tanah kelahiran. Dengan berbagai macam cara: naik bus, mobil pribadi, sepeda motor, pesawat, bahkan ada yang rela naik mobil bak terbuka untuk satu tujuan: mudik. Saat liburan sekolah tiba, akan banyak orang tua yang mengajak anak-anak mereka berlibur ke kampong halaman kakek neneknya. Selain menjadi berkesempatan untuk mengunjungi orang tua dan famili di kampung, mereka juga bisa memperkenalkan obyek-obyek wisata dan budaya Temanggung kepada anak-anaknya.

Agenda lain yang juga perlu diperhatikan adalah peringatan hari kemerdekaan atau yang lebih dikenal dengan Agustusan. Juga liburan Natal dan akhir tahun. Di luar itu semua, setiap hari, sepanjang tahun akan selalu ada peranatu yang mudik untuk memenuhi segala keperluannya: bisnis, pernikahan, melayat, mencoblos pemilihan kepala desa, mencoblos pilkada, atau mengunjungi istri dan anak-anak yang memang ditinggal merantau.

Konsep Rumah Mudik

Dengan kondisi real tersebut maka menyediakan suatu sarana yang dapat memenuhi semua kebutuhan kaum pemudik ini tentu menjadi sebuah konsep yang tidak sederhana. Sesuatu yang cukup sulit namun bukan sesuatu yang mustahil.

Rumah Mudik harus menjadi tempat dimana setiap perantau yang sedang melakukan ritual mudik dapat terakomodasi kepentingannya sekaligus mampu memberikan mamfaat sosial ekonomis bagi masyarakat Temanggung lainnya. Singkatnya Rumah Mudik adalah once stop shopping bagi pemudik.

Dengan demikian Rumah Mudik harus bisa menyediakan informasi segala hal tentang Temanggung, pusat jajanan dan oleh-oleh khas Temanggung, dan pusat souvenir atau merchandise. Karena Rumah Mudik adalah bagian dari Pikatan, maka souvenir dan merchandise ini akan terkait erat dengan Pikatan.

Dalam hal menyediakan sarana informasi, maka sudah ada Stanplat. Namun tidak tertutup ruang untuk menyediakan sarana lain seperti sebuah peta khusus Temanggung yang mampu memberi gambaran mengenai lokasi-lokasi wisata alam, wisata budaya, wisata belanja, atau wisata kuliner. Juga sudah saatnya dipikirkan untuk menyediakan hotline service, yaitu satu nomor telpon Rumah Mudik yang akan bisa menjawab semua pertanyaan tentang Temanggung. Misalnya: di mana sih letak obyek wisata Jumprit dan bagaimana bisa mencapainya? Berapa pula harga tiket masuknya? Atau: dimana sih tahu kupat Batiar itu?

Stakeholder’s

Pihak-pihak yang berkenpetingan dengan Rumah Mudik adalah:

Pikatan sebagai organisasi induk Rumah Mudik

Pengurus Rumah Mudik

Para pemodal

Mitra Usaha

Warga masyarakat Temanggung

Pemudik

Pemda Temanggung

Sumber Daya

Dalam menjalankan aktivitas usahanya sudah pasti Rumah Mudik memerlukan sumber daya manusia (pengurus dan karyawan), modal usaha, tempat dan lokasi usaha yang strategis, sarana pendukung, dan jaringan dengan pihak-pihak terkait.

Masalah sumber daya manusia relatif tidak sulit karena banyak tersedia di Temanggung. Justru yang cukup sulit adalah masalah permodalan, mencari lokasi strategis, dan saran pendukung lainnya. Namun demikian bila hal ini diatasi dan dicarikan jalan keluar secara bersama-sama dan bergotong royong niscaya yang sulit pun akan menjadi mudah.

Kegiatan Usaha

Rumah Mudik menjual barang dan jasa antara lain:

kaos dengan cirri khas tertentu

souvenir menarik

makanan/jajanan khas Temanggung

biro iklan

desain

konsultan

dll

Lokasi Usaha

Menyewa rumah/toko, menyewa mobil, atau membuat gerobak dorong sehingga kegiatan usaha bisa dilakukan sambil bergerak (mobile) dari lokasi strategis satu ke lokasi strategis yang lain.

Mitra Usaha

Dalam rangka menjalankan kegiatan usahanya Rumah Mudik dapat mengajak pihak-pihak lain terutama pengusaha atau perajin golongan ekonomi lemah untuk menjadi mitra usaha untuk menjadi supplier dengan pola konsinyasi.

Barang dan atau jasa ini harus menggunakan merk dagang Rumah Mudik dengan biaya ditanggung sepenuhnya oleh Mitra Usaha.

Barang dan atau jasa yang dikonsinyasikan ini harus memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh Rumah Mudik. Penetapan harga jual, mekanisme pembayaran dan pembagian keuntungan akan disepakati oleh Mitra Usaha dan Rumah Mudik dalam suatu perjanjian.

Dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu Rumah Mudik dapat memberikan pinjaman lunak kepada Mitra Usaha yang dianggap layak dan memenuhi persyaratan. Jumlah pinjaman dan persyaratannya akan ditentukan kemudian oleh Rumah Mudik

Modal dan pembiayaan

Sebagai organisasi bisnis milik Pikatan, maka sudah barang tentu Pikatan-lah yang membiayai Rumah Mudik ini. Tetapi mengingat Pikatan sendiri adalah organisasi baru yang sedang meretas jalan menuju pemberdayaan diri dan kemandirian, maka Rumah Mudik harus mencari jalannya sendiri. Namun demikian dalam pencariannya ini para pengurus Pikatan akan menjadi target prioritas, baru kemudian anggota milis Temanggung dan warga Temanggung lainnya dengan konsep bagi hasil usaha.

Sebagai modal awal pendirian Rumah Mudik ditetapkan sebesar Rp. 50.000.000,- (lima puluh juga) dengan rincian sebagai berikut:

persiapan usaha dan membeli asset : Rp. 20.000.000,-

membeli sarana pendukung (HP dll) : Rp. 2.500.000,-

membayar gaji karyawan 3 bulan pertama : Rp. 2.500.000,-

membiayai usaha : Rp.25.000.000,-

Sebagai tambahan modal untuk kegiatan usaha Rumah Mudik dapat berasal dari pinjaman lunak yang diperoleh dari perorangan maupun badan usaha, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Voucher

Dengan modal awal pembentukan Rumah Mudik sebesar Rp.50.000.000,- akan dibagi menjadi 500 unit voucher dengan nilai nominal masing-masing sebesar Rp.100.000,-

Voucher ini tidak berujud fisik tetapi berupa pencatatan oleh bagian pembukuan dan keuangan Rumah Mudik.

Setiap pribadi warga Temanggung maupun bukan warga Temanggung berhak untuk membeli voucher sekurang-kurangnya 1 unit dan sebanyak-banyaknya 100 unit dengan mendaftarkan diri dan memesan sejumlah voucher kepada pengurus Rumah Mudik.

Pembelian akan dianggap sah apabila pemesan telah mentransfer sejumlah uang ke rekening Rumah Mudik senilai voucher yang dipesan kemudian kepadanya telah diberikan nomor identitas. Dengan demikian maka berarti bagian pembukuan dan keuangan Rumah Mudik telah mencatat identitas pemilik dan nilai voucher.

Alokasi Penjualan Voucher

Voucher Rumah Mudik akan dijual dengan alokasi sebagai berikut:

50% atau 250 unit ditawarkan kepada pengurus dan anggota Pikatan

50% atau 250 unit ditawarkan kepada masyaratkat luas

Apabila sejumalh 50% atau 250 unit Voucher yang ditawarkan kepada pengurus Pikatan telah habis dipesan, maka pengurus Pikatan tetap diperbolehkan untuk membeli voucher yang dialokasikan untuk masyarakat luas, dengan tetap mengacu batasan maksimal 100 unit voucher per orang (termasuk suami/istri).

Pengurus dan Anggota Pikatan

Yang dimaksud dengan pengurus dan anggota Pikatan dalam konteks ini adalah pengurus dan anggota yang tercatat dalam register sekretaris Pikatan pada tanggal 30 April 2009.

Mekanisme pemesanan dan diskon

Untuk pengurus dan anggota Pikatan berlaku ketentuan sebagai berikut:

periode pemesanan : 1 April s/d 31 Mei 2008

periode pembayaran : 1 April s/d 30 Juni 2008

Diberikan diskon (intensive dan disintensive) sebagai berikut:

apabila melunasi dalam bulan April memperoleh diskon 10%

apabila melunasi dalam bulan Mei memperoleh diskon 5%

apabila melunasi dalam bulan Juni tidak memperoleh diskon

apabila melunasi di atas bulan Juni wajib membayar 105%(hak pemesanan bisa dibatalkan oleh Rumah Mudik dan bisa dijual kepada pemesan lain)

Untuk masyarakat luas berlaku ketentuan sebagai berikut:

periode pemesanan : 1 April s/d 31 Mei 2008

periode pembayaran : 1 April s/d 30 Juni 2008

Diberikan diskon (intensive dan disintensive) sebagai berikut:

apabila melunasi dalam bulan April memperoleh diskon 5%

apabila melunasi dalam bulan Mei memperoleh diskon 2,5%

apabila melunasi dalam bulan Juni tidak memperoleh diskon

apabila melunasi di atas bulan Juni wajib membayar 105% (hak pemesanan bisa dibatalkan oleh Rumah Mudik dan bisa dijual kepada pemesan lain)

Pemesan yang memesan lebih dari 5 unit voucher wajib membayar uang muka sekurang-kurangnya senilai 10% dari jumlah yang dipesan (tanpa memperhitungkan nilai diskon terlebih dahulu) selambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja terhitung sejak tanggal pemesanan.

Pemesanan dapat dilakukan melalui telpon, sms, atau e-mail kepada pengurus Rumah Mudik.

Pembatalan

Pemesan yang membatalkan pemesanan voucher memperoleh konsekuensi sbb:

memesan >/= 5 unit tidak terkena konsekuansi apapun

memesan > 5 unit:

membatalkan dalam bulan April uang muka dikembalikan 100%

membatalkan dalam bulan Mei uang muka dikembalikan 50%

membatalkan dalam bulan Juni ke atas uang muka tidak dikembalikan

Pengalihan / Penjualan Voucher

Voucher-voucher yang telah dipesan dan telah dilunasi tidak dapat dibatalkan, akan tetapi dapat dialihnamakan (diperjualbelikan) kepada pihak lain atau kepada Rumah Mudik dengan kesepakatan kedua belah pihak terkait masalah harga maupun cara pembayarannya.

Apabila dialihkan (dijual) kepada pihak lain, Rumah Mudik akan mencatat nama pemilik baru dalam daftar pembukuan Rumah Mudik setelah menerima konfirmasi dari pemilik sebelumnya bahwa seluruh transaksi telah diselesaikan.

Istilah

Untuk menghindari konflik hukum terkait dengan penggunaan istilah modal dan voucher, maka dalam hubungan dengan pihak-pihak luar dan instansi pemerintah, istilah voucher diganti dengan istilah iuran keanggotaan.

Badan Hukum

Sebagai bagian dari organisasi Pikatan, anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) Rumah Mudik mengikuti AD/ART Pikatan. Namun apabila ketentuan perundang-undangan mengharuskan lain, maka Rumah Mudik akan menyesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.

Pengurus Rumah Mudik

Rumah Mudik dikelola oleh pengurus (board of directors) yang terdiri dari:

president director merangkap managing director : Joko Suseno

vice pres dir merangkap sales & marketing director: Irawan P.

creative director : Singgih Susilo Kartono

Dalam menjalankan kegiatan usahanya sehari-hari pengurus menunjuk seorang General Manager: Subhan Khamidi.

General Manager dapat mengangkat seorang karyawan atau lebih dengan persetujuan sekurang-kurangnya 2 (dua) orang direktur.

Tugas dan tanggung jawab BOD

Board of directors (BOD) bertugas menjalankan kegiatan usaha Rumah Mudik dalam arti yang seluas-luasnya.

Angggota BOD menjabat untuk masa jabatan 4 (empat) tahun dan dapat diangkat kembali untuk periode selanjutnya.

Anggota BOD diangkat dan diberhentikan oleh rapat pleno pengurus Pikatan.

Dalam pengambilan keputusan atas sesuatu hal yang penting harus diputuskan dalam suatu rapat BOD dengan persetujuan sekurang-kurangnya 2 (dua) orang anggota BOD. Keputusan yang telah diambil ini berlaku untuk dan mengikat anggota BOD yang lain.

Tugas dan kewajiban masing-masing anggota BOD secara rinci dan hal-hal yang dianggap penting akan diatur tersendiri setelah melalui rapat BOD.

Pengertian rapat BOD tidak harus dalam bentuk pertemuan fisik tetapi bisa dengan sarana alat-alat komunikasi apapun.

BOD bertanggung jawab kepada rapat pleno pengurus Pikatan bukan kepada mayoritas pemilik voucher sebagai pemodal.

Pemberhentian anggota BOD

Hal-hal yang menjadi alasan seorang anggota BOD diberhentikan adalah:

1. mengundurkan diri

2. meninggal dunia

3. berakhir masa jabatannya

4. diberhentikan karena sebab apapun oleh rapat pleno Pikatan

Tugas dan tanggung jawab General Manager

General Manager (GM) bertanggung jawab kepada BOD untuk menjalankan aktifitas usaha Rumah Mudik dalam arti seluas-luasnya.

Dalam hal-hal yang bersifat penting, sebelum GM mengambil keputusan wajib memperoleh persetujuan dari sekuarang-kurang 1 (satu) orang anggota BOD yaitu:

membeli asset atau sarana pendukung dengan nilai Rp.1 juta atau lebih

mengangkat atau memberhentikan karyawan

membuat perjanjian dengan mitra usaha

menandatangani dokumen yang menimbulkan konsekuensi biaya dengan nilai Rp.1 juta atau lebih

memindahkan lokasi usaha atau membuka cabang baru

Anggota BOD yang memberi persetujuan tersebut wajib memberitahukan anggota BOD lainnya selambat-lambatnnya 5 (lima) hari kerja.

BOD dapat memberhentikan GM dan mengangkat GM baru dengan suara bulat (tidak ada anggota BOD yang berbeda suara).

Hal-hal yang menjadi pertimbangan pemberhentian dan pengangkatan GM ini sepenuhnya merupakan hak dan kewenangan BOD.

Keputusan pemberhentian dan pengangkatan GM wajib dilaporkan oleh BOD kepada Ketua Pikatan melalui Sekretaris Pikatan.

Bagi Hasil

Sudah menjadi hal yang lumrah dalam setiap kegiatan usaha akan menghasilkan keuntungan atau kerugian. Namun tidak ada satu kegiatan bisnis pun yang berkeinginan untuk meraih kerugian.

Demikian pula halnya dengan Rumah Mudik.

Sejak jauh-jauh hari ketika Rumah Mudik masih dalam batas wacana, maka orientasinya adalah untuk memperoleh keuntungan. Keuntungan itu sendiri bisa berupa kepuasan juga berupa keuntungan finansial.

Keuntungan finansial berupa keuntungan bersih yang diperoleh Rumah Mudik dalam setiap tahun buku akan dibagi dengan komposisi sebagai berikut:

40% sebagai laba ditahan untuk mengembangkan kegiatan usaha

30% dibagikan kepada pemegang vocher dengan prosentase yang sama

20% disetorkan kepada Pikatan melalui Bendahara Pikatan

10% sebagai bonus bagi pengurus Rumah Mudik

Yang dimaksud dengan keuntungan bersih adalah laba usaha yang berasal dari pendapatan (penjualan barang dan jasa) dikurangi dengan seluruh biaya operasional dan biaya non operasional tahun berjalan.

Yang dimaksud dengan tahun buku adalah setiap tahun masehi yang di mulai tanggal 1 Januari dan berakhir pada tanggal 31 Desember.

Untuk tahun buku pertama maka akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2008.

Apabila pada akhir tahun buku ternyata Rumah Mudik tidak memperoleh keuntungan atau keuntungan bersih kurang dari Rp.1.000.000,- (satujuta rupiah) maka pada tahun buku tersebut tidak ada pembagian hasil usaha.

Mekanime Bagi Hasil

Pembagian keuntungan usaha akan diberikan kepada pemilik voucher yang namanya masih tercatat dalam register Rumah Mudik pada akhir hari (jam 23.59 WIB) hari terakhir (tanggal 31 Desember) tahun buku yang bersangkutan dan dibayarkan selambat-lambatnya tanggal 31 Maret tahun berikutnya.

Pembayaran dilakukan dengan tunai atau transfer rekening yang akan dibuktikan dengan kuitansi atau bukti transfer.

Apabila pemilik voucher menghendaki maka keuntungan hasil usaha bisa tidak dibagikan tetapi dicatat sebagai pinjaman Rumah Mudik. Perjanjian pinjam meminjam (utang piutang) akan dibuat antara BOD atau GM dengan yang bersangkutan.

Gaji dan Honorarium

Sebagai sebuah institusi bisnis maka sudah sewajarnya apabila pengurus Rumah Mudik memperoleh gaji dan honorarium sebagai bentuk apresiasi dan untuk memotivasi agar kegiatan usaha Rumah Mudik menjadi semakin berkembang.

Namun demikian mengingat usaha Rumah Mudik masih dalam masa perintisan, maka pengurus Rumah Mudik memutuskan untuk tidak menerima gaji atau honor, setidaknya untuk satu semester pertama sejak Rumah Mudik dinyatakan resmi beroperasi.

Sedangkan bagi GM dan/atau karyawan yang menjalankan kegiatan Rumah Mudik tetap akan menerima gaji atau honorarium yang akan ditetapkan kemudian.

Apabila dalam 1 (satu) tahun buku Rumah Mudik mencatat keuntungan maka pengurus berhak untuk memperoleh bonus sebesar 10% dari keuntungan bersih.

Iklan
Komentar
  1. Wawan berkata:

    Saya seorang warga Temanggung yang lama tinggal di Semarang….
    Secara garis besar mungkin ini adalah ide yang bagus, apalagi kalau bisa terealisasi….
    Tapi apakah konsep Mitra Usaha yang tertulis di atas tidak menghambat perkembangan pengusaha atau perajin golongan ekonomi lemah ?
    Sebab Mitra Usaha harus menggunakan Merk Dagang Rumah Mudik, tidak bisa memperkenalkan Merknya sendiri, jadi jika Mitra usaha ingin menjual dagangannya di luar Rumah Mudik berarti harus menggunakan Merk Dagang sendiri, jadi fungsi promosi Merk Dagang sendiri dengan menjadi Mitra Usaha Rumah Mudik hilang. Selain itu biaya pengemasan produk dengan Merk Rumah Mudik sepenuhnya ditanggung oleh Mitra Usaha….
    Apalagi pola Mitra Usaha yang ditawarkan adalah Konsinyasi yang berarti Mitra Usaha menitipkan produknya ke Rumah Mudik, dimana resiko return ditanggung sepenuhnya oleh Mitra Usaha, biaya produksi produk juga sepenuhnya ditanggung oleh Mitra Usaha… (Maaf ya, bisa diibaratkan kalo Rumah Mudik nantinya menjual barang-barang dengan Merk Rumah Mudik, tapi biaya produksi dan resiko return ditanggung sepenuhnya oleh Mitra Usaha..)
    Maaf kalau persepsi saya ini melenceng dari tujuan Rumah Mudik yang sebenarnya… tapi ini adalah persepsi yang muncul setelah membaca tulisan diatas … mungkin ini hanya pendapat minoritas saja, dari saya yang hanya sekilas membaca dan kurang mengetahui seluk beluk PIKATAN.
    Semoga niat baik Rumah Mudik bisa bermanfaat bagi perkembangan Warga Temanggung secara umum…
    Terima kasih….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s