Kisah mudikku dan kejujuran Parjinem

Posted: November 22, 2007 in cerita

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, lebaran tahun ini kami tidak ada rencana mudik. Ini karena orangtuaku sudah tinggal bersama kami di Cirebon. Tapi rencana tinggal rencana. Anak-anak protes. Tidak puas rasanya lebaran tanpa mudik. Lebaran ya mudik, bagaikan dua sisi mata uang.

Begitulah, akhirnya kami sekeluarga jadi juga mengunjungi tanah kelahiran, Parakan. Lebaran kedua itu kami putuskan mengunjungi semua saudara di Parakan, kemudian sorenya kami lanjutkan ke Jogja lalu ke Solo. 

Alhamdulillah, jalan ke Jogja demikian lancar. Di Secang, arah sebaliknya begitu padat, cenederung macet. Sesampai di Jogja kami putuskan untuk segera mencari penginapan. Aduh, semua hotel sudah penuh. Dari hotel bintang sampai melati sudah tidak lagi menerima tamu. Kami terus mencari. Di jalan Malioboro kendaraan sangat ramai berlalu lalang. Kebanyakan berplat nomor polisi B, Jakarta. Ah, orang Jakarta yang biasa bikin macet itu sedang exodus rupanya. Tidak kebagian hotel di Jogja, kami putuskan untuk mencari penginapan di Klaten atau Solo saja. Kami berharap tidak akan seramai di Jogja. Suamiku menjalankan mobil perlahan, sambil kami tolah-toleh kiri kanan. Setiap ada hotel kami segera menelpon untuk menanyakan kamar kosong. Nihil. Sekitar jam 11 malam kami temukan sebuah hotel di jalan Solo. Tidak ada nomor telpon di papan nama. Aku putuskan turun dari mobil dan kutanya petugas satpam: “Mas, apa masih ada kamar kosong?” si satpam menjawab” wah, kurang tahu mBak. Silakan masuk saja ke resepsionos” Aku turuti saran si satpam. Ah, lagi-lagi penuh.

Sesampai di Delanggu aku baru sadar HP-ku lenyap. Aku langsung yakin, pasti terjatuh di depan hotel terakhir itu. Hanya di situ aku turun dari mobil. Dengan HP suamiku, aku coba menghubungi. Nada sambung, tapi tidak diangkat.  Pasti masih tergeletak di pinggir jalan itu, pikirku. Selarut ini tentu tidak ada lagi orang lewat. Lagi pula sekitar hotel itu agak gelap. Suamiku segera membanting setir. Satu tujuan, ke hotel tadi. Sampai di tempat sudah lewat tengah malam. Aku coba telpon lagi, masih ada nada sambung. Sambil aku mencari-cari, tetapi tidak terdengar suara dering HPku. Kata suamiku:” sudahlah. Mungkin sudah ada yang menemukan. Kita ikhlaskan saja” Akhirnya kami balik arah lagi ke Solo. Jam 4 pagi kami baru dapat penginapan. Habis sholat subuh, kami semua tertidur pulas kelelahan.

 Bangun jam 7.30 karena masih penasaran, aku coba telpon lagi HPku. Aha, ada suara diseberang.
“Hallo, saya bicara dengan siapa?”  Dijawab “Mbak siapa?”
” Saya yang punya HP ini. Tadi malam HP saya jatuh, kayanya disekitaran Jl. Solo Jogja. Saya bicara dengan siapa ya?”
” Oh mbak, yang nemu HP ini kakak saya, namanya mbak Parjinem memangnya mbak sekarang ada dimana?”

 Lalu dengan singkat aku ceritakan kronologi kejadian semalam. Kata orang yang di seberang kalau aku mau ambil HP itu datang saja dan temui kakaknya, Parjinem. Dia memberikan alamat rumahnya. Surprise, batinku. Hari gini masih ada orang jujur dan berhati mulia.

Singkat cerita, setelah dengan susah payah kami mencari, ketemu juga dengan mBak Parjinem. Kami disambut dengan sangat baik, dilihat kartu identitasku, dan dimintanya aku menceritakan kembali kejadiannya.

 Kata-katanya yang tidak akan pernah aku lupa, “ mBak, kalau saya punya niat jelek tentunya kartu sudah saya buang. HP bisa saya jual. Cuma saya takut kalau sampai saya berbuat demikain akan mendapat balasan yang lebih besar”.

Subhanallah. Di jaman yang serba mencari jalan pintas begini ternyata masih ada seorang Parjinem. Kejujurannya bagaikan setetes embun ditengah padang pasir. Tanda terima kasih yang tidak seberapa itu, biarlah ditambahkan dengan balasan yang berlipat ganda dari Tuhan.( Seperti yang dikisahkan oleh Yovita Adriani, asal Parakan tinggal di Cirebon, di milis Temanggung)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s