Corat-coret anak sekolah

Posted: November 22, 2007 in cerita

     Jaman dulu ketika saya lulus SMU sekitar tahun 1986 tidak ada coret mencoret baju seragam setelah lulus. Setelah pengumuman kelulusan paling-paling ya makan bakso bersama teman atau nonton bioskup. Sedangkan baju seragam langsung saya cuci dan saya masukkan lemari buat kenang-kenangan. Sampai sekarangpun baju seragam SMU saya masih terlipat rapi dalam lemari. Rasanya baju seragam itu adalah benda keramat yang sesekali bila saya memandangnya, kenangan masa SMU mengambang dipelupuk mata. Kadang saya jadi ketawa-ketawa sendiri bila mengingatnya. Memang indah masa itu?

          Entah dapat ide dari mana? Asalnya juga tidak diketahui, remaja lulusan SMU sekarang mulai mencorat coret baju seragamnya setelah kelulusan. Berbekal cat semprot warna warni dan spidol tahan air warna hitam, para remaja yang baru lulus ini menyemprotkan cat kebajunya. Diikuti teman-temanya, mereka saling menyemprotkan cat kebaju mereka layaknya anak kecil bermain pistol air. Setelah itu mereka saling membubuhkan tanda tangan hingga bajunya penuh tanda tangan dan coreng-moreng. Bukan hanya itu saja, rambut dan mukanya juga disemprot cat. Oalah gandem tenan!

        Mereka mengatakan ini sudah tradisi, juga buat memori antar teman satu angkatan. Seumur hidup sekali thok? Nek ndak gini gak rame, juga tidak ada kesanya? Ya, ya, remaja sekarang memang aneh-aneh, tapi gak papa kok asal jangan kebablasan! Mengekspresikan kebahagiaan memang bebas? Cukup kreatif, tapi bila boleh mengajukan usul mbok baju seragamnya yang masih bagus-bagus itu tidak usah dicoret-moret. Dicuci bersih lalu disumbangkan kepanti asuhan atau adik-adik kelas kamu yang membutuhkan? Disamping beramal juga dapat pahala. Saya yakin anak-anak yang membutuhkan baju seragam dan mau menerima baju bekas di Temanggung ini masih banyak! Alhasil kamu sangat berjasa menolong orang miskin yang membutuhkan. Dari pada sehabis dicorat-coret sampai dirumah dibakar atau dijadikan kain pel?

        Memang pernyelewengan perilaku yang aneh-aneh itu asyik kalau dicontoh? Budaya rambut gimbal dan model punker, bak topi gladiator berawal dari budaya barat tapi sekarang sudah mewabah di Indonesia. Rasanya remaja sekarang sudah wasis dalam hal meniru-niru, budaya Amerika. Yang nota bene kalau jalan membuat pe-de layaknya selebritis. Kalau ditanya “Kenapa begitu sih?” Jawabnya selalu sama. “Untuk mengekspresikan diri mas!”

        Sebetulnya budaya ketimuran yang pemalu dan penuh kasih sayang itu yang perlu dilestarikan. Bukan budaya Amerika yang terbuka dan egois yang malah cenderung ditiru-tiru. Kalau technologinya bolehlah dicontoh, karena orang-orang asia boleh dibilang tertinggal dalam hal technology. Tapi yang jelas Antara barat dan timur itu berbeda! Tuhan menciptakan perbedaan itu sebagai penyeimbang alam.

          Intinya, baju seragam jangan dicoret lagi lebih baik disumbangkan, sebab kita sebagai orang Indonesia yang masih kental dengan adat ketimuran malu-malu dan saling mengasihi adalah sifat keturunan nenek moyang. (Fahmi/ 2007)

               

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s