Cahaya dibalik Kabut Ekonomi

Posted: November 22, 2007 in cerita

            Sekalipun krisis ekonomi tahun 1996 memporakporandakan sendi-sendi perekonomian bangsa, namun ada sebagian yang luput. Salahsatunya adalah usaha jahitan dan bordir Cahaya Pelangi. Pemiliknya adalah Eni Hartuti, 39 tahun, seorang ibu muda asal Kertosari Temanggung, mantan pekerja di PT. Dieng Jaya Wonosobo.

            Bosan jadi karyawan, awal  2000 lalu ia putuskan wirausaha mandiri. Setelah merenung cukup lama untuk memilih bidang usaha, ia jatuhkan pilihan menjahit dan membordir. Jadilah Cahaya Pelangi, sebuah usaha jasa yang melayani jahit pakaian pria dan wanita. Pelan dan merayap. Setelah sabar menunggu lebih setahun Eni mulai menerima beberapa pesanan, meskipun masih dari teman dekat ataupun saudara. Dengan berjalannya waktu pelanggan mulai bertambah.

            Cahaya Pelangi berada di sebuah kios di jalan raya Temanggung-Magelang no. 108 Kranggan. Posisi kios yang strategis membuat jasa Eni semakin laris. Kini, tak hanya saudara atau tetangga yang berlangganan, tetapi guru dan perangkat desa pun membutuhkan jasa jahitan dan bordirannya. Hebatnya, pelanggan itu tidak hanya datang dari kawasan kranggan, melainkan juga dari Temanggung, Secang dan Magelang.

            Larisnya jasa Eni bukan tanpa faktor. Ia tidak memungut tarif mahal untuk para pelanggannya. Untuk jasa jahit Pakaian Seragam Harian (PSH) harganya mulai dari Rp. 60.000 sampai Rp.90.000. Sedangkan kebaya Rp. 40.000 sampai 60.000 sedang kebaya temanten Rp. 80.000- Rp.150.000 tergantung banyak sedikitnya motif.

            Untuk bordir Eni sering mendapat langganan dari beberapa toko pakaian. Harga untuk bordir tergantung banyak sedikitnya motif. Perorangan juga banyak yang pesan, baik itu untuk baju muslim, kebaya, koko atau bet nama. Obras roll woll, obras untuk tepian kerudung.

            Kreativitas adalah cara pemecahan ketika ekonomi berjalan lambat. Cahaya Pelangi salah satu dari usaha kreatif untuk membuka lapangan kerja dan meneruskan jalannya kendil di dapur. Usaha Eni di bidang jahitan ini juga mematahkan anggapan bahwa jasa jahitan sudah tidak laku di jaman sekarang. Masih banyak yang butuh kok.

( Hisom/Fahmi)

Iklan
Komentar
  1. wong temanggung berkata:

    wah keren..ni to perkumpulannya…lam kenal aj…. klo ada waktu bisa berkunjung.. wong Temanggung

  2. indah berkata:

    trims….
    banyak data dan inspirasi buat bikin tugas
    . bravo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s