Jajanan Syawal Parakan

Posted: Oktober 10, 2007 in cerita

Idul Fitri yang sebentar lagi akan dinikmati dan dirayakan oleh seluruh umat islam setelah berpuasa selama satu bulan sebagai bentuk kemenangan, juga dimeriahkan dengan saling bersilatuarmi ke tetangga dan sanak saudara, tak lupa makanan ringan sebagai hidangan pelengkap yang ada ditiap meja diruang tamu turut memberikan warna dan kesan tersendiri.

Hadirnya jajanan khas / tradisional juga memberi suasana yang akrab, seolah mengingatkan kembali suasana lebaran tempo dulu waktu kita masih kecil. Kehadiran jajanan tradisional yang hanya ada di bulan ramadhan dan syawal seolah mempunyai nilai yang sangat istimewa diantara jajanan-jajanan modern yang semakin banyak macamnya dan tersebar di kota maupun desa. Kehadiran jajanan tradisional seolah mengembalikan kenangan dan perasaan kita akan suasana berada dikampung halaman pada masa lampau.

Adalah Bu Widati, atau yang akrab dipanggil ‘yuwi’ yang sudah hampir 14 tahun menekuni pembuatan jajanan tradisional yaitu jenang sirsat. Usaha rumahan yang ditekuninya sejak tahun 1993 dikampung karang tengah, Kauman, Parakan Temanggung itu bermula dari tersedianya bahan baku sirsat yang cukup banyak namun mempunyai nilai jual yang kecil dan hanya dimanfaatkan oleh masyarakat dalam bentuk minuman sirup sirsat, kemudian oleh ‘yuwi’ sirsat tersebut diolah menjadi jenang.

Awalnya proses pembuatan jenang sirsat itu dikerjakan sendiri dari mulai pemilahan daging dari bijinya, pemasakan dengan cara diaduk manual selama 4 jam per 5kg bahan, pengepakan, sampai pemasaran. Ketekunan ‘yuwi’ mengembangkan jajanan tradisional jenang sirsat selama ramadhan ditiap tahun membuahkan hasil, terbukti dengan semakin banyak konsumen yang menyukai jenang tersebut. Produksinya semakin bertambah banyak, dan tenaga bantu / pegawai sampai saat ini berjumlah 5 orang.

Dengan oplah tiap Ramadhan sekitar 2 sampai 3 kuintal, jenang yang mempunyai 5 pilihan rasa (sirsat, nangka, tape, nanas dan labu/waluh) dengan harga kisaran 20-28 ribu rupiah ) tiap paket kemasan (1/2 kg) ini sudah dipasarkan sampai jogjakarta.

Kini jenang milik ‘yuwi’ seakan sudah menjadi jajanan khas yang ada di tiap rumah pada saat Lebaran Idul Fitri.

Ada keinginan untuk memperbesar usaha ini dengan memproduksi lebih banyak jenang dengan penjualan yang terus menerus tidak hanya di bulan Ramadhan dan Syawal, hal ini selain bisa menyerap tenaga kerja yang lebih banyak, juga melestarikan jajan tradisional yang mungkin bisa menjadi salah satu jajan tradisional khas di kota Temanggung, namun dengan terbatasnya modal dan tenaga kerja yang kebanyakan berstatus petani, hal itu masih belum bisa diwujudkan. Yang jelas dengan hadirnya jenang sebagai salah satu jajanan khas yang ada di Parakan Temanggung, memberikan dampak yang positif, terbukti dengan semakin maraknya para pembuat jenang 5 rasa, namun sudah tentu masing-masing mempunyai ‘taste’ yang berbeda dan pelanggan yang berbeda pula.(Subhan Khamidi)

Iklan
Komentar
  1. sihanss berkata:

    perkenalkan blog saya yang baru, (tulisan Jajanan syawalan parakan saya tampilkan lagi di blog saya), mohon dikunjungi untuk memberi kritik dan saran yang membangun, matur tengkyu.

  2. BEJO MULYADI berkata:

    Mas Saya ini kan Orang temanggung Di perantauan tepatnya di Medan Sumatera Utara Mohon di Tampilkan atau kirimkan resep Brongkos kikil khas temanggung soalnya saya kepingin sekali sebelumnya di ucapkan terimaksaih

  3. Fuadi lkirom berkata:

    hanya untuk sekedar diingat saja, bahwa Parakan tu punya makanan yang khas banget. namanya nasi ‘SEGO GONO’ kalau masalah rasanya sih di jamin uueenak tenaaann… nasi tu sering bisa didapat di warung malam milik mas bambang…. tempatnya didepan pasar parakan. naaahh… kalau kota pekalongan punya nasi yg khas namanya nasi MEGONO, parakan punya nasi sego gono… masalahnya mari kita peduli terhadap nasi yang khas itu, kita perjuangin promosikan secara nasional. sehingga nasi SEGO GONO bisa identik dengan nama PARAKAN semacam GUDEG YOGYAKARTA….gituuu loooh…….

  4. Fuadi lkirom berkata:

    maaf…. masih nambah nih… kalau gak salah namanya gemblong puyur…. yang terbuat dari ketela pohong…. tu rasarasanya cuma ada didaerah kita ya…! aku tu dah lama kliling manca kota ,jarang tuh ada makanan nyang kaya di kita njenengan masih inget gak…NDAS BOROK?, UUEENAKNYAAA BUKAN MAEEENNN…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s