Stanplat adalah koran komunitas berbasis masyarakat lokal Temanggung. Ciri khas buletin ini menyandarkan pada perspektif studi kebudayaan (cultural studies). Dengan cara yang ilmiah, luwes, kritis, penuh penghargaan terhadap budaya lokal, -kita harapkan pembaca akan larut dalam suasana intim dengan lingkungan sekitarnya,-tempat di mana mereka mengalami kehidupan sehari-hari sebagai orang Temanggung. Dengan cara yang demikian itu, Stanplat diharapkan benar-benar menjadi media publik yang tidak kalah bermutu dengan media massa konvensional.Di bawah ini ada beberapa visi dan tujuan yang kami miliki: n Membangun kultur kehidupan masyarakat Temanggung yang modern, partisipatif dan tanggap terhadap perubahan jaman. n Merangsang tumbuhnya inisiatif lokal yang khas, cerdas dan beradab dalam bidang budaya, agama, sosial, politik, ekonomi, teknologi dan lain-lainn Selain itu, media ini juga memiliki fungsi sosial sebagai, 1) Saluran komunikasi antar sesama warga baik yang berada di Temanggung maupun di luar Temanggung. 2) Sarana pendidikan non akademik.3) alat kontrol kekuasaan politik pemerintah/DPRD. 4) Ajang kreativitas kaum muda dalam berbagai bidang.Buletin Stanplat Temanggung didirikan oleh komunitas migran asal Temanggung. Lahirnya Stanplat dilatarbelakangi oleh dua hal yang paling mendasar. 1) memberikan bacaan rutin yang ilmiah, rasional dan kritis kepada masyarakat lokal Temanggung. 2) Meningkatkan partisipasi publik dalam bidang sosial, politik dan budaya. Buletin ini beredar gratis dengan pertimbangan sebagai berikut:

  1. Minimnya “minat baca” dan “minat beli” masyarakat atas bacaan.
  2. Jika dijual diperkirakan arus edarnya hanya mencapai 400eksemplar. 200 dibeli pelanggan tetap. 200eks dibeli pengecer. Sedangkan selama ini kita edarkan secara gratis mencapai 3200 eksemplar. 2500 beredar di Temanggung. 600 eks beredar di komunitas perantau Temanggung di Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Balikpapan, Batam dan Jayapura
  3. Kesulitan mengurus penjualan, terutama para loper, kurir dan penagihan uang.
  4. Komersialisasi bisa mengakibatkan para pembaca sekadar membeli untuk konsumsi bacaan sendiri

Bagaimana Stanplat bisa tumbuh berkembang “mensubsidi” ribuan pembaca?

  1. Penggalian dana melalui sumbangan baik dari orang Temanggung maupun dari luar Temanggung. Fakta yang terjadi, banyak sumbangan uang justru dari luar orang Temanggung
  2. Iuran
  3. Usaha mandiri (produksi kaos) sangat mendukung perolehan uang.
  4. Dengan menggratiskan Stanplat, pengurus lebih merasa bebas mencari penggalian dana secara sukarela. Masing-masing orang sadar bahwa tujuan penggalian dana secara sukarela adalah untuk menyubsidi bacaan bagi masyarakat lokal (desa) yang selama ini jauh dari informasi media cetak.

Apakah pola yang selama ini diterapkan sangat efektif untuk jangka panjang?Jawabnya tidak: Hal ini disebabkan kebutuhan cetak stanplat Rp 3.500.000 tergolong sangat besar dengan jumlah uang yang masuk. Di lain pihak kebutuhan dana operasional untuk meningkatkan kualitas stanplat dan kegiatan di luar keredaksian semakin meningkat. (contoh kebutuhan operasional tim liputan, sekretariatan, pelatihan jurnalistik dll) Apakah iuran bisa jadi alternatif?Jawab bisa ya bisa tidak. Jika iuran bisa rutin digalakkan hingga mencapai hasil Rp 6juta perbulan Stanplat akan terus bisa terbit. Jika berada hanya mencapai Rp 4 juta per bulan kondisi akan Stagnan dengan kualitas yang tidak akan meningkat. Apakah penggalian dana lewat produksi-produksi bisa jadi alternatif?Bisa jika memang ada produksi yang layak dibuat rutin per 3 bulanan dengan perolehan keuntungan 18-20 juta. Apakah ada alternatif dana lain?Mengingat Stanplat ini menyandarkan diri pada gerakan sosial, maka dana funding adalah satu-satunya alternatif lain yang cocok. Apa target kami selanjutnya?

  1. Menerbitkan Stanplat bulanan tetap 16 halaman, kertas koran dengan jumlah mencapai 20 ribu eksemplar.
  2. Menumbuhkembangkan gerakan sosial minimal dalam hal pelatihan jurnalistik, organisasi, ekonomi kerakyatan, diskusi ilmiah (filsafat, ekonomi, politik, kajian agama, sastra dan budaya)
  3. Mengaktifkan perpustakaan di sekretariat Stanplat sebagai sarana “sekolah alternatif” masyarakat (khususnya kaum muda) Temanggung.  Di sini kami membayangkan ada ratusan/ribuan buku, berlangganan beberapa koran nasional/lokal, majalah, jurnal. (Faiz Manshur)

Iklan
Komentar
  1. bambang houw berkata:

    pie kabare dek’e2 temanggung, meh takon karo pak punto suronatan saman jare maju cabup tmg kok gaksido. horas

  2. sas berkata:

    horas… Pak BB

  3. bagus berkata:

    mas mbok padoske komunitas mas-mbak manggung ingkang wonten kal-sel.. kulo sok kangen kaleh suworo ‘enyong-de’e’.. maju terus lah..

  4. bambang houw berkata:

    sasmoyo achmad pie isih dadi kartunis+layoutderman heehee….mudik ah muuumet menanje

  5. Heri berkata:

    Pak dhe, Bu dhe, Mas, Mbak, nderek gabung……….stanplat temanggung, pripun biar saged dados anggota. matur nuwun

  6. […] Posts Mengenal StanplatGlobalisasi Ekonomi dan Kepentingan NasionalLumbung Zakat TemanggungMukidi, Sulasih dan […]

  7. tata Yudi W berkata:

    di mana sy bs berlangganan buletin pikatan sy tggl di Pontianak

  8. fahrudin berkata:

    Bisa langsung hubungi mas irawan di emailnya, irawanprasetyadi@gmail.com. Mas Irawan ini bagian pengirim buletin Stanplat temanggung ke seluruh Indonesia.

  9. eni har tuti berkata:

    mas setanpalt, pingin tau emailnya mas andi yoss, maaf lupa je makasih

  10. gendon berkata:

    salam kenal dari orang gendon.gmn cara jadi anggota?

  11. ATCHANI berkata:

    Salam kenal
    mohon informasi adakah yang tahu sejarah tentang berdirinya Desa Tlogopucang? mohon dimuat di stanplat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s