Dari Stanplat menuju PIKATAN

Posted: Mei 15, 2007 in kisah dibalik Pikatan

Warga Temanggung di Jagat Maya

Tahun 1997-an bukanlah mudah menjelaskan apa itu internet bagi orang-orang desa. Saat itu internet masih terbatas di kota-kota besar. Baru kemudian tahun 2000an kata internet mulai terdengar oleh orang-orang yang berada di kota kecil, seperti Temanggung.

crew-stanplat.jpg


Beruntung bagi para perantauan yang berdomisili di kota-kota besar. Mereka lebih awal mendapatkan akses internet, entah di kantor atau warnet. Sebagai saluran komunikasi tanpa batas, internet tentu sangat berguna untuk membangun hubungan dengan siapapun, lepas batasan teritorial suku bangsa dan negara.

Internet bukan sekadar sarana kerja. Fungsinya banyak digunakan untuk komunikasi di luar urusan kerja. Salahsatu contoh yang menarik dari orang Temanggung perantauan adalah memfungsikan elektronik maillinglist untuk menghubungkan banyak orang.

Adi Bangun Wiratmo, 34 tahun, mungkin bisa disebut sebagai seorang yang pertamakali membangun komunitas Temanggung di internet. Adi, asal Ngumbulan Candimulyo Kedu, bekerja sebagai konsultan Teknologi Informasi di Bandung, 14 April 2000 silam membuat saluran komunikasi cyber millist Temanggung.

Setahun kemudian terdapat lebih dari 100 warga Temanggung saling berdiskusi di ruang maya ini. Adi berkisah, “diskusi tidak luput dari konflik. Beberapa kali anggota keluar masuk karena masalah itu. Saat ini anggota millist ada sekitar 252 email. Tapi yang aktif hanya sekitar 30-an orang.”

Beberapa kali anggota millist melakukan kopi darat, tapi hanya berhasil mengumpulkan 10 orang. Lalu, pertemuan kedua pada lebaran tahun 2005 lalu, di rumah Irawan Prasetyadi Temanggung, dihadiri 10 orang. Pertemuan ini selain menghasilkan “keintiman”, juga memunculkan ide membuat kaos. Ada 60 anggota millist yang memesan. Hasil jualan kaos digunakan untuk biaya pelatihan internet untuk guru-guru SMU di Temanggung, yang dilaksanakan oleh Tim Pelangi (PELAtihan meNGoperasikan Internet). Sisa dana dari dua kegiatan tersebut sebagian digunakan untuk sewa hosting dan membeli domain www.temanggung.us.

Aktivitas perkembangan millist orang Temanggung juga dibuat oleh Andy Yoes Nugroho, 35 tahun, pemuda Walitelon yang kini berwiraswasta di Jakarta. Andy “menerbitkan” millist bernama TMG News-mail Agustus 2004. Berdirinya millis ini sebagai sarana diskusi forum Perhimpunan Temanggung Perantauan (PIKATAN) yang diketuai oleh Tri Agus S. Siwowihardjo, 40 tahun, warga asal Dongkelan Temanggung.

Jika karakter millist Temanggung lebih bercorak waton kumpul, millist TMG news-mail lebih bercorak politik. Spirit gerakan PIKATAN adalah semangat perubahan untuk transformasi sosial dan politik di Temanggung. Salah satu gerakan PIKATAN adalah turut serta bergabung dengan warga dalam menuntut mundur Bupati Totok Ary Prabowo.

Kedua hal yang berbeda, tapi sekarang telah menyatu. Tidak sekadar berdiskusi, melainkan membuat rancangan kerja. Menerbitkan buletin Stanplat adalah tahap awal kerja forum ini. Dalam waktu dekat kami akan memperbaiki website www.temanggung.us. Semoga kehadiran website ini bisa lebih baik dari website milik Pemda Temanggung, www.temanggung.go.id, yang tidak terawat dan jauh dari fungsi pelayanan publik itu.

Setapak demi setapak kami akan lebih aktif mengumpulkan warga perantauan asal Temanggung, tentu dengan melibatkan warga yang berdomisili di Temanggung. Setahap demi setahap pula kami akan berusaha memberikan yang terbaik bagi Temanggung.

Nyuwun pangestu.

(Adi, Andy, Faiz)

—————————————————————————————————————–

Stanplat

Kagem Panjenengan

Mbah, mbok de, pak de, bu lik, pak lik, mbak yu, kang mas, gendhuk, tole, si dadap si waru, sak panunggalane…

Kulo nuwun.husein-stanplat-2.jpg

Sepindah, dalem sowan, tujuanipun silaturrahmi. Kaping kalih maringaken titipan putro-putri panjene-ngan saking Jakarta. Meniko: STANPLAT!

Ampun mrengut! Meniko mboten selebaran gelap mbah! Saestu.

Mboten percoyo? Walah simbah, makin keriput makin imut.

Tak dongengaken ngagem bahasa Indonesia mawon mbah. Kersane jelas nggih?!

Kisah Burung Elang dan StanplatDasar perantauan!

Sebelum pergi tiada niat untuk kembali. Lulus SMA, harapan mereka adalah kuliah lalu kerja, hidup mapan, syukur-syukur makmur. Tapi itu sangat sulit didapat jika tetap berada di Temanggung. Kota ini terlalu kecil untuk merebut jatah kehidupan ekonomi yang layak.

Maka, pergi, pergi dan pergi sebagai pilihan hidup terbaik. Setiap tahun terbanglah burung-burung itu, berkelana tanpa arah tujuan. Mencari dan mencari, kesejatian hidup yang hakiki.

Di rantau, burung-burung mulai mendapatkan sarangnya. Semakin baik kehidupannya, semakin tidak mungkin untuk kembali. Keseharian hidup metropolitan telah menjelma sangkar besi. Bangun subuh langsung kerja. Larut malam kembali ke sangkar. Deru kehidupan metropolitan membuat mereka semakin terasing dari kehidupan sosial. Inilah ritme kehidupan perantau di kota-kota besar. Perjalanan hidupnya adalah perjalanan kerja, mencari nafkah sekaligus menemukan identitas dirinya sebagai manusia. Kerja untuk memuliakan hidup, bagi diri keluarga masing-masing. Hanya sedikit kesempatan untuk memikirkan nasib orang lain.

Semakin lama, kehidupan ekonomi dan status sosial para burung semakin membaik. Ada kesempatan untuk mengenang memori perjalanan hidupnya; masa kecilnya, emboke, emake, bapake, adine, pithike, sawahe, mbakone, kebone, enthokke! Masa lalu menjadi sangat penting bagi burung-burung itu.

Terasa sekali, rasa kangen bukanlah sekadar hasrat sekunder, melainkan hasrat asasi yang harus dipenuhi. Sebagai makhluk sosial, mereka butuh komunikasi dengan sesamanya, sesama orang asli Temanggung.

Akhirnya burung-burung itu mendapat tempat, semacam lokalisasi di dunia maya. Melalui surat elektronik mereka rutin berhubungan. Tempatnya bernama milis Temanggung dan TMG-news-mail. Di sini orang-orang Temanggung bertemu, berkenalan, bercengkrama, berdiskusi banyak hal. Dan sebagaimana ‘habitat’ asli orang Temanggung gemar ‘ceker-cekeran’, tak lupa ngomong saru.

Tapi sudahlah. Yang jelas kami telah merasakan lebih banyak manfaat ketimbang mudharat-nya. Selain menyambung silaturrahmi, kawanan burung ini berhasil buletin bernama STANPLAT Temanggung! Asli manggung mbok de. Monggo diwaos! Sedap rasane. Gratis kok!

Sejarah dan makna buletin

Sebelum terbit Stanplat ini, kawanan burung Temanggung pernah menerbitkan buletin buletin dua halaman, namanya TMG news-mail. Visi buletin ini maju jalan, mbadak lurus ke depan; yang penting menumbangkan Totok Ary Prabowo.

Totok sudah Titik. TMG news-mail harus melepas kaca mata untuk melihat realita yang sesungguhnya, realita yang lebih luas. Benar, ternyata persoalan di Temanggung sangat kompleks, tidak sekedar masalah kekuasaan belaka, banyak sekali per-masalahan sosial yang harus dibenahi.

Di persimpangan jalan maya antara millist TMG news-mail dan millist Temanggung semakin tertantang menentukan arah dan tujuan; karena ternyata titik temu berbagai arah itu adalah sebuah terminal besar.

Layaknya sebuah terminal, kedua millist itu merupakan tempat yang egaliter, plural, dan bebas nilai. Sehingga tidak seorang pun yang akan terbelenggu dalam satu nilai. Mereka bebas datang dan pergi dengan pilihan tujuan masing-masing. Terminal juga tidak membatasi siapapun untuk keluar-masuk.

Kini kawanan burung tidak ragu lagi menentukan arah, karena hanya satu tujuan; komitmen bersama warga Temanggung dalam menahkodai motor kehidupan dalam berbagai bidang. Di sini kami harus cerdas menentukan skala prioritas, sebab ada banyak bidang kehidupan yang kami hadapi; sosial-kemasyarakatan, pendidikan, lingkungan hidup, budaya, politik-pemerintahan, dan sebagainya. Semua itu bisa ditempuh dengan aman, dengan nyaman, asalkan selalu bersikap sabar dan tekun.

Dilandasi komitmen tersebut kami memilih nama “Stanplat Temanggung”; semangat memberikan apa yang kita miliki, semangat memberikan yang terbaik dari kami untuk Temanggung tercinta.

Tahap pertama kami ini mencoba konsisten menerbitkan buletin ini. Tahap kedua menggali sumber dana dari warga Temanggung di perantauan, baik berupa dana sumbangan/hibah maupun iklan. Tahap ketiga kami akan memaksimalkan sumberdaya manusia di bidang jurnalistik dan organisasi. Sedangkan untuk jangka panjang kami ingin menjadikan Stanplat sebagai bacaan alternatif masyarakat Temanggung.

Tentu, edisi pertama ini masih banyak kekurangannya. Kami sangat menunggu para jurnalis, peneliti, aktivis sosial dan siapa saja yang berasal dari Temanggung agar merelakan waktunya untuk bekerja bersama kami. Kritik dan saran sangat kami harapkan.

Terimakasih kami ucapkan kepada siapa saja yang langsung ikut bergabung bersama kami. Terimakasih kepada para jurnalis yang mau menyempatkan waktu untuk memikirkan Temanggung. Terimakasih kepada para penyumbang dana. Bergerak maju, guyub rukun gawe sentoso. Bersama merubah situasi yang buruk kearah yang lebih baik, bersama!

(Andy Yoes Nugroho, Faiz Manshur)

——————————————————————

Pelatihan Internet dan Jurnalistik

Temanggung, 28-29 November

2006. Untuk kedua kalinya, para perantau asal Temanggung yang tergabung di millist temanggung @yahoogroups mengadakan acara Pelatihan Internet bagi pelajar SMU se Kabupaten Temanggung, dilaksanakan di SMEA 17 Temanggung.

Kalau tahun lalu materi pelatihannya berupa pelatihan internet saja, tahun ini panitia pelaksana menambahkan materi pelatihan jurnalistik. Ide mengadakan kegiatan Pelangi sendiri muncul setelah melihat betapa warga Temanggung masih banyak yang belum tahu bagaimana mengoperasikan Internet yang kini menjadi kebutuhan banyak orang.

Pelatihan yang diselenggarakan masih dalam suasana lebaran ini tak menyurutkan minat peserta untuk datang. Bahkan peserta nampak antusias mengikuti sesi-sesi pelatihan yang memang dikemas semenarik mungkin. Lebih-lebih pada sesi jurnalistik yang diadakan pada hari pertama peserta sempat diajak ke kolam pemandian Pikatan. Disamping materi bisa disampaikan dengan santai peserta juga bisa terjun langsung mempraktekkan apa yang sudah disampaikan oleh pembicara.

“Acara ini buat saya sangat bermanfaat. Saya enggak bohong pokoknya yang nggak jadi ikutan pelatihan dijamin nyesel deh” kata Lutfi salah satu peserta.

Untuk sesi jurnalistik, para peserta ditraining oleh Faiz Manshur, Ahmad Zamroni dan Susi Ivvaty dari Stanplat. Peserta yang mengikuti kegiatan ini akan dibimbing untuk lebih mendalami jurnalistik. Salah satu targetnya agar peserta bisa memberi kontribusi tulisan kepada Buletin Stanplat dan media online www.temanggunng.us

Acara ini berhasil dilaksanakan atas biaya kolektif dari para para perantau melalui penjualan kaos Stanplat. Menurut Susi Ivvaty, PELANGi II adalah cikal bakal dari sesuatu yang lebih besar lagi. Sebuah wadah kreatif bagi masyarakat Temanggung.

“Saya harap kegiatan pelangi ini untuk kedepannya bisa diperluas lagi, tidak hanya terbatas pada pelatihan jurnalistik dan internet, tetapi juga pada bidang yang lain seperti pertanian, home-industri maupun keahlian yang lain. Bahkan kalau memungkinkan dari kegiatan ini bisa menciptakan lapangan kerja yang baru”.

(Wiwied, Ifa Purnomo) STANPLAT – Edisi 03  Sevtember 2006

Stanplat, Wahyu dan Sekretariat

Iqra’

! Bacalah! Kata Tuhanmu. Tapi Muhamad seorang ummy, yang tak mengenal bacaan. Kemudian Tuhan, -melalui sang perantara Jibril- memberi isyarat kepada Muhamad untuk menyebut nama Tuhan, menganalisa kejadian manusia dan alam semesta.

Dari sini jelas, bahwa membaca adalah bagian terpenting manusia guna menopang pemikiran dan perbuatan di dunia. Membaca juga telah menjadi bagian terpenting dari peradaban dunia. Jaya atau keoknya sebuah bangsa/masyarakat sangat ditentukan oleh bacaan. Bahkan ketiga agama samawi, Yahudi, Nasrani dan Islam mengandalkan dokomentasi teks. Mekkah, Madinah dan Yerusalem adalah kota jahiliyah sebelum kedatangan Nabi. Ketiga kota ini pada kemudian hari menjelma menjadi perabadan baru setelah wahyu-wahyu itu datang. Ketiga agama ini mampu bertahan berabad-abad tiada lain karena pesan-pesan lisan dari Tuhan terdokumentasikan dalam bentuk kitab suci yang sekarang kita kenal.

Wahyu adalah pesan-pesan kemanusiaan dari Tuhan. Di sampaikan secara “lisan” oleh Malaikat kepada para Rasul. Di kemudian hari para pengikut setia nabi merasa perlu mendokumentasikan pesan-pesan itu. Alhasil mereka harus menulis. Dari tulisan itulah kemudian menjadi bacaan, yang dibaca oleh miliaran manusia yang hidup di jaman globalisasi sekarang ini.

Yang tercatat akan abadi Yang terucap akan menguap bersama angin

Negara modern juga mempersyaratkan masyarakat bebas bacaan. Tanpa koran, majalah, buku, jurnal, buletin, selebaran, pamflet tiada mungkin bisa dikatakan negara demokratis; sebab pers adalah alat kontrol negara yang paling representatif.

Hidup di era globalisasi tanpa bacaan bak gelandangan di rumah sendiri. Seorang intelektual terkemuka menulis begini; “sebuah Indonesia modern yang sehat dan beradab dibangun di atas perimbangan tiga poros kekuatan: komunitas, badan publik, dan pasar. Dominasi satu/dua poros atas satu/dua poros lainnya menjadi jalan menuju malapetaka…. Semakin mengglobal gerak hidup kita, semakin intensif pencarian akar lokal kita. Semakin kencang globalisasi terjadi, makin kuat pula pencarian identitas diri.(B Herry Priyono;Kompas 9/12/2002)

Kata ‘komunitas’ dan pencarian identitas diri lokal Temanggung itulah yang kami selalu menantang kami untuk bekerja mengabdi kepada masyarakat lokal Temanggung. Stanplat adalah buletin komunitas, bergerak di tingkat lokal dengan visi global. Jangan sampai masyarakat Temanggung tertinggal jauh dari peradaban global hanya karena maaf, tidak membaca, alias tidak beradab. “Mending jadi orang kampung asalkan mau baca ketimbang orang kota tapi tak baca, alias kampungan.”

Hadirnya Stanplat tiada lain ingin meneladani tradisi-tradisi “wahyu” dari agama-agama samawi itu; beredar luas, dijadikan alat percerahan umat dan kemudian menjadi pedoman informasi, sekaligus menciptakan masyarakat yang gemar silaturahim (guyub).

Namun, mencetak satu eksemplar Stanplat setebal 12 halaman butuh banyak biaya. Sebulan kami harus mengusahakan minimal Rp 3,5 juta untuk biaya cetak. Belum lagi biaya lain. Uang itu kami cari melalui penggalian dana sukarela. Mulai dari sumbangan, iuran, jualan kaos dan penggalian uang iklan. Kesukarelaan ini tujuannya adalah sebagai wujud bakti kami kepada masyarakat lokal Temanggung.

Enam edisi sudah berhasil kami luncurkan. Di usia balita ini mendadak kami terhenyak. Pundi-pundi uang Sdr Muniroh, simbok bendahara itu semakin menipis. Bukan karena bapak tak kerja. Tapi kebutuhan memang teramat besar bagi kami yang belum memiliki sumber penghasilan utama dari iklan maupun funding. Sedangkan di bagian redaksi kami akan memaksimalkan liputan berita lokal. Kami merasa bahwa selama ini Stanplat kurang pasokan berita.

***

Pertengahan Desember lalu seolah-olah ada suara dari langit mengema di telinga seluruh awak Stanplat. Entah wahyu, ilham, wangsit atau suara setan. Kami tak paham itu. Kurang lebih suaranya begini; “Hai orang-orang Stanplat, berkumpullah kalian agar hubungan kalian lebih baik. Janganlah seperti orang-orang jahiliah yang keras hatinya. Sadari semua kekurangan kalian. Benahi diri kalian. Tanpa berbenah dari dalam tiada mungkin masyarakat yang engkau hadapi akan berubah.”

Tepat 16 Desember 2006 akhirnya seluruh awak Stanplat sepakat bermusyawarah di kediaman Sdr Joko Suseno di Pamulang Jakarta Selatan. Hampir semua awak Stanplat yang berdomisili di Jakarta dan Bandung bisa hadir. Pukul 16:00 sampai 21:00 kami berdiskusi dan saling memahami persoalan internal dan eksternal.

Rekomendasi rapat kali ini menghasilkan beberapa kesimpulan 1) Meningkatkan jalur komunikasi antara Temanggung dengan para kadang perantau 2) Meningkatkan Kinerja humas dan redaksi Stanplat di Temanggung 3) Mendirikan “Rumah Mudik”, di Temanggung 4) Usaha mandiri, jual kaos, pin, emblem, kalender dan lain-lain sebagainya.

Memang, mencari uang bukan perkara gampang, apalagi urusan sekreatariat dan perbaikan kualitas Sumber Daya Manusia. Tapi kami selalu percaya ada usaha ada jalan. Tak terduga malam itu kami mendapatkan sekretariat gratis buat Stanplat, dengan status pinjaman untuk beberapa tahun.

Uluran tangan mulia ini berasal dari rekan Said Bambang Nurcahya (Humas Stanplat). Dengan begitu Stanplat sekarang sudah punya sekretariat resmi di Jl. S Parman No 662 Kauman Temanggung (sebelah barat Masjid Raya Temanggung). Sekretariat ini akan dijadikan tempat kerja awak Stanplat di Temanggung yang di bawah Komandan Che Gue Kidi, alias Mukidi.

Fungsi lain dari sekretariat adalah sebagai tempat diskusi, perpustakaan dan aktivitas-aktivitas sosial masyarakat di Temanggung. Siapa saja yang ingin bergabung bersama Stanplat tak usah sungkan-sungkan. Kami berpikir, bekerja dan beramal untuk masyarakat Temanggung! Stanplat milik kita.

Faiz Manshur, penjaga dapur redaksi

Pelatihan Jurnalistik

Stanplat terus berbenah. Kelemahan di lini perusahaan maupun redaksi terus diperbaiki. Salahsatunya adalah meningkatkan mutu penulisan berita bagi para kontributor di Temanggung dalam bentuk pelatihan terbatas. Acara training jurnalistik digelar siang pukul 10:00-15:00 Wib, 3 Pebruari 2007, di kediaman salahsatu kontributor Stanplat, Murry Budiarjo, Teminabuhan Temanggung.

Bapak Mohamad As’adi, wartawan senior asal Parakan ini menjadi trainer tunggal dihadapan 12 peserta. Para peserta yang terlibat adalah, Singgih S Kartono, Mukidi, Muhisom Setiaki, Sujarwo Kaulani, Pulung Mustiko, Humam, Wahyani, Murry, Vitasari, Usna dan Ambar.

Materi pelatihan yang disampaikan adalah pengenalan dasar-dasar jurnalistik media cetak, yang meliputi jenis-jenis berita, cara mendapatkan data, cara menuangkan dalam bentuk tulisan, termasuk teknis penulisan lead dan angle berita. Sebagai media cetak bulanan, kata As’adi, “berita Stanplat harus menekankan berita yang sifatnya mendalam, bukan sekadar berita jenis straight news.”

“Sebagai media komunitas yang sedang berkembang Stanplat ini sudah tergolong bagus. Layoutnya sudah cukup menarik bagi orang-orang ndeso di Temanggung,” kata As’adi. Namun demikian, As’adi menekankan agar Stanplat memperbaiki laporan utamanya. “Usahakan lebih fokus dan sertakan wawancara pengamat, pakar, atau orang yang berkompeten untuk bicara pada tema tertentu,”katanya.

Pelatihan khusus dan terbatas ini tentu bukan jaminan bagi para jurnalis Stanplat. Dunia penulisan adalah proses tak berujung. Karena itu, selain pelatihan tersebut para peserta juga punya kewajiban belajar rutin setiap hari secara otodidak. Mengamati berita-berita dari media lain sangat penting. Ini adalah proses belajar yang tidak bisa ditawar untuk menyerap pengetahuan menulis secara baik. Lebih penting lagi adalah belajar dalam bentuk praktek dengan mewajibkan diri menulis setiap hari.(fm) STANPLAT – Edisi 08 Maret 2007

———————————————————————————–

Kabar Dari Kalibata

catatan rapat pendirian lembaga

Kamis, 15 Pebruari 2007, awak Stanplat kembali rapat. Malam pukul 19:00 satu persatu pengurus Stanplat berdatangan di Rumah Makan Nyam-Nyam Kalibata Timur, tepat di sebelah selatan Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta Selatan. Hujan deras yang menghajar kota Jakarta sejak sore membuat kami harus bersabar menunggu kedatangan rekan-rekan lain. Sedianya rapat dilaksanakan tepat pukul 19:00 baru dimulai pada pukul 20:30. Tapi keterlambatan ini tidak mengurangi semangat pertemuan awak Stanplat. Sambil menunggu rekan-rekan lain, kami membahas banyak hal tentang aktivitas Stanplat, gerakan lokal, dan tak lupa bicara tentang masa lalu kampung halaman, Temanggung.

Sehabis makan, Tri Agus selaku moderator membuka pembicaraan. “Rapat ini adalah pertemuan lanjutan dari Rapat Pamulang (21/12/2006) dengan dua agenda khusus. Pertama, rencana legalitas perkumpulan warga Temanggung. Pendirian perkumpulan ini salahsatunya dimaksudkan untuk menaungi Buletin Stanplat yang belum resmi memiliki induk semang secara legal. Kedua, membahas beberapa agenda lain yang berhubungan dengan rencana kerja Lembaga Perkumpulan dan perbaikan kualitas Buletin Stanplat,”paparnya kepada peserta rapat.

Peserta rapat yang hadir kali ini adalah, AE Priyono, Anif Punto Utomo, Andy Yoes Nugroho, Faiz Manshur, Joko Suseno, Kristiono Sudjadi, Muniroh, Putut Trihusodo, Said B Nurcahya, Tri Agus S.S, dan Zaenal Ma’arif.

Pada akhirnya rapat memutuskan beberapa rekomendasi. Pertama, menyiapkan format lembaga perkumpulan beserta platform dan program kerja. AE Priyono dibantu Faiz Manshur mengemban tugas ini, serta membuat draft nama perkumpulan. Sedangkan Said Bambang Nurcahya bertugas mempersiapkan legalitas dengan mengumpulkan KTP calon pendiri dan menyiapkan legalitas (akta) di Temanggung. Target format perkumpulan sampai tanggal 26 Pebruari 2007. Sedangkan legalitas (akta) diharapkan bisa terlaksana sebelum akhir maret 2007.

Kedua, rapat juga merekomendasikan agar para awak Stanplat dan Bendahara berkumpul pada tanggal 3 Maret 2007 di Rumah Makan Nyam-Nyam kalibata untuk membahas perbaikan rubrik Stanplat, Pendanaan, serta mendiskusikan ulang draft lembaga perkumpulan.

Beberapa kemungkinan yang akan segera dilaksanakan Stanplat adalah, penambahan rubrik dan penambahan jumlah edar buletin Stanplat. Semoga sukses!

(Andy Yoes)

—————————————————————————————-

Kabar dari Kalibata

PIKATAN untuk Masyarakat Temanggung

Kalibata, 3 Maret 2007. Rapat tim Buletin Stanplat mengagendakan dua rekomendasi rapat sebelumnya (15 Pebruari 2007) yaitu pembahasan konten baru Stanplat dan pembahasan Lembaga Perkumpulan. Rapat ini dihadiri oleh AE Priyono (LSM Reform Institute), Andy Yoes Nugroho (LSM Kombet), Putut Trihusodo (Majalah Gatra), Faiz Manshur (Yayasan Nuansa Cendekia Bandung), Irawan Prasetyadi, Joko Suseno, F.Muniroh, Silvester Hardanny (Karyawan Swasta), Kris Sudjadi (Pengusaha), Zaenal Maarif(guru) dan Mukidi, selaku wakil Stanplat dari Temanggung.

Apakah Stanplat akan ditingkatkan jumlah eksemplarnya, atau dipertebal menjadi 16 halaman? Untuk sementara jumlah eksemplar ditingkatkan struktur distribusi belum memungkinkan. Karena itu rapat memutuskan Stanplat akan dinaikkan menjadi 16 halaman pada edisi ke 9, Maret 2007. Namun demikian, jika pihak redaksi belum secara kolektif bekerja tidak menutup kemungkinan rencana menjadi 16 halaman tersebut ditunda sampai kolektivitas redaksi benar-benar bekerja secara maksimal.

PIKATAN berkibar

Melanjutkan pembahasan rapat di Rumah Makan Nyam-Nyam Kalibata 15 Pebruari lalu, tim perumus pendirian lembaga akhirnya memutuskan nama PIKATAN (Perkumpulan Independen KomunitAs TemanggungAN sebagai induk lembaga Buletin Stanplat sekaligus wadah kegiatan sosial. AE Priyono, yang bertugas merumuskan AD/ART memilih sekian nama bersama tim perumus lainnya. Dari sekian usulan, PIKATAN dianggap nama yang paling bagus. PIKATAN adalah lembaga independen tanpa membedakan kelompok perantau dan penduduk tetap di Temanggung. Nama ini disetujui oleh peserta forum dengan alasan akrab didengar oleh orang-orang Temanggung.

“Orang yang mendengar akan merasa dekat dengan Temanggung. Selain karena ada tokoh masa lalu (Rakai pikatan), di Temanggung juga ada pemandian Pikatan, “ujar Silvester Hardanny, seniman yang juga ketua II Ikatan Kadang Temanggung itu.

Paparan draf AD/ART awal yang dirumuskan antara lain menyatakan, PIKATAN berasaskan Kemajemukan, Kesetaraan, Keadilan, Kebajikan, Keadaban. Sedangkan tujuan utama didirikannya PIKATAN meliputi beberapa hal, misalnya, mewujudkan munculnya inisiatif lokal.

Mendorong warga Temanggung agar berperan dalam memajukan kehidupan sosial, ekonomi, politik dan kebudayaan Temanggung. Mendorong munculnya kegiatan-kegiatan nyata di kalangan masyarakat Temanggung untuk mewujudkan terselenggaranya kehidupan kemasyarakatan yang aman, berkeadilan, damai, dan sejahtera; yang didukung oleh kebijakan pemerintahan yang bersih, bertanggungjawab, dan pro-publik.

Sebagai organisasi sosial berbadan hukum perkumpulan, PIKATAN bersifat terbuka dan memperlakukan setara setiap pihak dari berbagai ras, suku, agama, warna kulit, aliran politik, gender, latar belakang sosial ekonomi dari seluruh warga masyarakat Temanggung.

Peran PIKATAN dirumuskan dalam bentuk kerja konkret dalam hal “menyediakan forum untuk pertukaran gagasan mengenai masalah-masalah masyarakat dan rakyat Temanggung, menjadi mitra dari berbagai pihak dan kelompok yang berusaha memajukan tatanan kehidupan sosial, budaya, ekonomi, dan politik di Temanggung, menjalankan kontrol kehidupan publik di Temanggung, serta secara aktif dan independen mempromosikan agenda-agenda pembangunan lingkungan kehidupan masyarakat Temangung yang maju dan beradab.

Dengan paparan di atas, PIKATAN jelas adalah organisasi yang mandiri dan independen dari pemerintah maupun dari organisasi lain seperti Ikatan Kadang Temanggungan (IKT) yang dipimpin oleh Graito Usodo.(Andy Yoes/Faiz)

Iklan
Komentar
  1. sudarsono berkata:

    weleh-weleh tak pikir yen dari stanplat menuju pikatan kuwi wis mesti lewat pasar kliwon, kantor pos, alon-alon lan asrama polisi gemoh butuh. Aku wis mudeng, makanya aku coba komentar di sini. Aku asli temanggung, angkatan tuwo lulus SMA Negeri I Temanggung tahun 1970 yo koyo komentar sing mengelola stanplat aku wis mabur dari temanggung dumunung Jakarta wis kiro-kir0 36 tahun, tapi aku tetap mencoba ora “gaptek” terutama terhadap IT. Yo wis maju terus “stanplat – pikatan”, aku tetap mengikuti perkembanganmu lewat duniamu “dunia maya” he he h e, matur nuwun.

  2. fauzi susanto berkata:

    banjarnegara mbok di kasih langganan stanplat…

  3. Rujito berkata:

    Aku asli temanggung, dari 1991 ya sudah mengembara ke sulawesi kalimantan dan sekarang lagi di jawa , aku lulusan SMea Negeri temanggung 1991 , nek ono sik sak angkatan silahkankomentar , sopo ngerti isih eling, lak saiki wis tuwo je

  4. arya tadah berkata:

    bapak biyungku asli temanggung…tapi besar di jakarta

  5. rinto berkata:

    untuk adik adik yg pingin kerja dikapal pesiar gampang lho

  6. tri mboex berkata:

    kangen……

  7. jokosupri berkata:

    bagi dulur dulur temanggung menawi kagungan kendaraaan rodo 4 monggo menawi pesen gps wonten dalem,waget pun pejahi meedal hp kendaraan pnjenengan,informasi selajengipun tlp mawon wonten 021-8201552 kalian kulo pri,suwun salam stanplat pikatan

  8. nanang ismawan berkata:

    josssss

  9. Hery berkata:

    Aslmkm dulor2 kabeh pokok’e program opo wae seng positif kanggo temamggung tak dukong dalam segi materi maupun pemikiran aku yo wong temanggung asli tulen tapi ora metu nang kalen…he3x mugo2 stanplat dadi komunitas yang maju berkembang kreatif n inovatif walaupun urep ku nang malysia tapi aku ra bkalan lali karo kuto ku dw akeh kenangan seng tak tinggal nang temanggung pie pikatan rame to wah aku wis kangen pengen ber seluncur nang pikatan wah pikatan cewek’e ayu2 cah yo wes ngono wae sek yo nek pengen ngobrol karo aku ki almt email ku k.hery69@yaho.com po iki nmr ku +60149875877

  10. snowlyjam berkata:

    hello

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s