Pikatan dan Gerakan Lokal

Posted: Mei 12, 2007 in kisah dibalik Pikatan

Saat menyusun AD/ART, perancang AD/ART sering berdiskusi tentang bagaimana desain gerakan lokal organisasi PIKATAN ini. Berikut salahsatu potongan diskusinya: (baca dari bawah)More…

AE PRIYONO:

Ya, Kebetulan saya juga sedang menulis laporan riset tentang topik-topik seperti itu. Salah satu kegagalan demokrasi kita adalah bahwa kita tidak mampu membangun representasi berbasis kerakyatan — sehingga para aktivis kelas menengah seperti kita selalu saja mengambang secara sosial, marginal secara politik, dan terfragmentasi di antara sesama sendiri. Pikatan dan IKT itu contohnya, belum-belum sudah saling menegasikan. Nanti beberapa waktu lagi saya kirim hasilnya.

Saya menunda menulis ART karena terinterupsi oleh laporan itu. Biarkanlah dulu berkembang diskusi tentang AD seperti yang sudah dibuka oleh Mas Danny, Wiratmo, dan Irawan. Pokoknya kita maju terus dengan gagasan ini. Untuk apa guyub kalau akhirnya hanya membuat beku, mandul, dan bodoh? Itu masturbasi namanya. Kita harus membuahi Temanggung agar segera hamil dan melahirkan aktivisme sosial yang otentik. Sudah lama saya menginginkan eksperimen gerakan sosial yang ditangani sendiri sejak dari gagasan. Kita mulai dari nol, dan itu bisa sangat memperkaya pengalaman empiris kita. Pokoknya, berilah semangat pada teman-teman bahwa kita akan mengambil mafaat besar dengan didirikannya organisasi ini. (Untuk semantara ini, mereka tampaknya tertarik untuk uji coba di bidang bisnis. Dorong saja … toh itu juga menarik, dan penting, sangat penting .. untuk sustainabilitas).

Tentang laporan utama, saya punya beberapa catatan:

1. Jangan hanya konsentrasi untuk sekadar menjadi watchdog (topik untuk menyoroti penggunaan anggaran pendidikan, anggaran kesehatan, anggaran untuk kepentingan publik, dll. itu ternyata hanya berhenti sebagai kritik. sesekali bolehlah, tetapi anglenya jangan sekadar untuk mengkritik pemda yang sudah sumum-bukmum itu).

2. Arahkan kajian kritis laporan utama justru untuk membangkitkan kesadaran mengenai hak-hak publik masyarakat. Misalnya laporan tentang ADD (alokasi dana desa) dari pemerintah pusat itu benar-benar telah disalurkan Pemda Temanggung ke desa-desa atau tidak. Ajak masyarakat untuk berpartisipasi mempertanyakan dan memanfaatkan ADD yang jumlahnya cukup besar itu. Ini tentu memerlukan follow-up, karena bukan sekadar pekerjaan jurnalistik. Perlu pekerjaan sosial berikutnya untuk bikin pelatihan-pelatihan bagi para pemuda desa ttg mekanisme anggaran publik. Nah, itu sudah pekerjaan PIKATAN.

3. Bikin laporan utama yang inspiring, memberi ilham. Misalnya, untuk melacak berbagai studi sosial tentang Temanggung. Sedikit sekali yang tahu apa-dan-bagaimana Temanggung secara historis, kultural, politik, ekonomi, dll. Padahal Temanggung dulu pernah menjadi basis PKI yang kuat. Ini bisa dikerjakan oleh kita-kita yang berada dekat di pusat-pusat kajian akademis: UI, UGM, bahkan Cornell, atau Leiden (saya punya kontak dengan Gerry van Klinken — dia sangat helpful untuk membantu topik seperti ini).

4. Lakukan juga laporan utama yang sifatnya untuk memberi pelajaran komparatif: misalnya perbandingan antara potensi Temanggung dengan Wonosobo, Banjarnegara, Kendal, Purworejo. Potensi apa saja, termasuk potensi konflik-konflik sosial.

Sekian dulu
AE

===========

Mas AE, Untuk Kahanan sudah ada topik?

Saya mengusulkan pendirian PIKATAN tersebut dianalisa. Meliputi:

1. gerakan lokal dari komunitas perantau yang menyatu dengan masyarakat lokal.

2. Singgung soal primordialisme Temanggungan. Namun jangan dilupakan bahwa tanpa primordialisme sebuah organisasi tidak akan tegak kuat berdiri di Indonesia.(teorinya mudah, bukankah partai-partai politik besar di Indonesia adalah partai berbasis primordial? dus, jangan sampai ikatan primordialisme lokal ini ditafsirkan sebagaimana kebanyakan orang selama ini sebagai bentuk kekolokan, keromantismean, atau meminjan istilah ulil, “migran yang dirundung masa lalunya.” Bagi saya migran memiliki primordialisme semua itu, namun bukan berarti tidak ada migran progresif yang bekerja secara profesional.

3. Keunggulan primordialimse lokal adalah, bahwa para migran mengetahui basis massa secara riil karena pernah hidup dalam masyarakat lokal setempat. Nah, bukankah selama ini gerakan kerakyatan LSM dan aktivis kiri gagal karena tidak membasis dengan masyarakat? gerakan lokal seperti PIKATAN akan punya basis yang kuat dan tidak perlu berlama-lama konsolidasi karena telah memiliki masa lalunya, saudaranya, kerabatnya, teman2nya sebagai cara pengikat yang paling ampuh.

4. Kelemahan organisasi lokal kebanyakan (bukan IKT saja lho) itu terlalu larut dalam guyub tanpa arah sehingga menjemukan. Seolah2 dengan guyub-yub, sekadar klangenan orang bisa menyatu dalam satu gerak. Mereka lupa bahwa harus ada penyatuan visi, misi dan pemahaman organisasi serta semangat sosial untuk membangun masyarakat lokal. Di sini menurut saya sejujurnya guyub sekadar guyub tidak ada, tetap saja ada misi sosial, hanya saja untuk tidak terlalu menonjolkan kepentingan para petinggi paguyuban mereka lantas bilang tidak perlu organisasi yang profesional, tidak perlu mbahas politik dll. Padahal dengan kesengajaan mengaburkan visi dan garis organisasi tersebut, paguyuban dipastikan rentan untuk kepentingan sekelompok/pribadi para petinggi guyub.

5. Jangan sungkan-sungkan kita membuka kelemahan-kelemahan Stanplat dan PIKATAN. Menurut saya, organisasi yang sehat harus berbasis kritik internal, atau dalam istilah kaum kiri, otokritik. Buka saja kelemahan-kelemahan kita didepan publik. Ini akan lebih baik ketimbang tebar pesona tapi tak kerja di masyarakat. Secara pribadi saya menginginkan PIKATAN benar2 bersetubuh dengan nafas rakyat yang nggos-nggosan dalam menghadapi kehidupan ekonomi, sosial dan politik di Temanggung. Sisi baik lain dari keterbukaan kita adalah tidak banyak memberi harapan kepada masyarakat sehingga mereka bisa menerima apa adanya dari kita.

sekian dulu.

salaman

Faiz

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s