Sekelumit Kisah Media Komunitas Sewon

Posted: Mei 2, 2007 in GLOKALITAS, Wacana Gerakan Lokal

Sejarah Newsletter Angkringan. Baca kisah sejarah warga Desa Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta, untuk membuat media komunikasi dan penyambung aspirasi seluruh warga desa. Semula media ini hanya mempunyai pelanggan satu dusun saja, sekarang sudah meluas menjadi satu desa yang terdiri dari 16 dusun. Kesadaran bahwa media ini hanya bisa dinikmati oleh mereka yang melek baca, membuat warga desa membuat Radio Angkringan dengan jangkauan audiens yang lebih luas. Klik di sini http://www.cdsindonesia.org/sejarah%20angkringan.htm — untuk berita lebih jauh.

Sekelumit Kisah ANGKRINGAN

Oleh: Akhmad Nasir, Yogyakarta

 

Buletin ANGKRINGAN adalah media warga Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Buletin ANGKRINGAN terbit pertama kali pada 14 Januari 2000, hasil rekomendasi dari rangkaian diskusi sejumlah pemuda setempat pada akhir tahun 1999. Dalam diskusi, para penggagas Buletin ANGKRINGAN melihat beberapa masalah krusial di Desa Timbulharjo. Pertama, tingginya tingkat penyelewengan kekuasaan yang dilakukan oleh aparat pemerintah desa. Ini terjadi karena lemahnya pengawasan dari masyarakat. Kedua, warga Desa Timbulharjo terkotak-kotak dalam entitas-entitas yang kecil dan terbatas. Ini menyebabkan lemahnya daya tawar mereka terhadap kekuatan lain yang merugikan kepentingan mereka. Karena itu, diperlukan sebuah langkah pengorganisasian masyarakat.

Pengorganisasian membutuhkan waktu yang panjang dan sumber daya yang cukup besar. Kondisi obyektif tidak memungkinkan untuk memilih strategi tersebut. Perlu sebuah alat untuk mengkomunikasikan gagasan sekaligus meningkatkan pengawasan masyarakat. Saat itulah muncul gagasan menerbitkan sebuah media warga yang kelak diberi nama ANGKRINGAN.

Modal awal Buletin ANGKRINGAN sebesar Rp. 30 ribu. Dana yang berasal dari uang patungan tersebut dipakai untuk memfotokopi master Buletin ANGKRINGAN, sebelum dibagikan secara gratis kepada warga. Edisi pertama dicetak sebanyak 75 eksemplar. Buletin ANGKRINGAN awalnya terbit setiap Jum’at, didistribusikan lewat masjid-masjid saat Sholat Jum’at.

Mulai edisi kedua, pengelola ANGKRINGAN menawari warga sebagai pelanggan tetap. Dengan membayar Rp. 1.500 setiap bulan, mereka akan mendapat empat edisi Buletin ANGKRINGAN yang langsung diantar ke rumah mereka. Jika ingin membeli eceran, Buletin ANGKRINGAN dijual dengan harga Rp. 400.

Secara bertahap, pelanggan Buletin ANGKRINGAN semakin bertambah banyak. Jika awalnya pelanggan hanya terbatas pada Dusun Dadapan, belakangan warga dari dusun lain juga ingin berlangganan. Perkembangan distribusi ini diimbangi oleh bagian redaksi dengan memperluas wilayah liputan (coverage area) dari hanya satu dusun, menjadi satu desa. Desa Timbulharjo terdiri dari 16 dusun dengan luas wilayah sekitar 700 hektar. Jumlah penduduk Desa Timbulharjo menurut sensus terakhir sebesar 17 ribu jiwa.

Buletin ANGKRINGAN mampu menjadi alat kontrol sosial yang cukup efektif bagi warga Desa Timbulharjo. Beberapa kasus penyelewengan aparat pemerintah desa bisa terselesaikan karena desakan warga yang demikian besar. Satu contoh, Buletin ANGKRINGAN mengungkap kemacetan Kredit Usaha Tani (KUT) secara detail. Di salah satu dusun, terdapat pemilik warung yang berlangganan Buletin ANGKRINGAN. Dia satu-satunya pelanggan di dusun tersebut. Rumahnya sering dipakai tempat berkumpul warga setempat, sembari berbelanja kebutuhan sehari-hari. Seorang warga yang membaca macetnya KUT di dusun tersebut berinisiatif memfotokopi dan membagi-bagikan Buletin ANGKRINGAN kepada tetangganya. Lantas mereka ramai-ramai mendatangi kepala dusun mereka yang dianggap paling bertanggung jawab atas macetnya KUT. Mereka menuntut agar kasus itu segera diselesaikan. Sang kepala dusun tak punya pilihan lain, selain mengganti uang kemacetan KUT.

Pada pertengahan tahun 2000, pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Kepada masyarakat kurang mampu pemerintah akan menyalurkan subdsidi melalui pemerintah desa. Pihak yang akan mendapatkan subsidi adalah mereka yang terdaftar sebagai keluarga pra-sejahtera versi pemerintah desa. Buletin ANGKRINGAN memuat rencana kenaikan BBM ditarik ke konteks Desa Timbulharjo. Buletin ANGKRINGAN mengangkat tema “Subsidi BBM untuk Siapa?” dilampiri nama-nama keluarga pra-sejahtera di Desa Timbulharjo.

Berita ini memicu reaksi keras dari warga. Dari daftar nama yang mereka baca tampak jelas bahwa yang terdaftar sebagai keluarga pra-sejahtera justru mereka yang mampu. Sejumlah warga melakukan protes dengan berbagai cara. Ada yang langsung datang ke redaksi sambil ngomel-ngomel. Ada juga yang menulis surat pembaca yang dimuat dalam Buletin ANGKRINGAN edisi berikutnya.

Melihat reaksi yang begitu keras, pemerintah desa mendatangi ANGKRINGAN. Mereka menyatakan permintaan maaf atas kekeliruan pendataan keluarga pra-sejahtera. Mereka lantas mengeluarkan daftar keluarga pra-sejahtera versi baru untuk dimuat di Buletin ANGKRINGAN edisi berikutnya.

Meski Buletin ANGKRINGAN mampu berperan, namun distribusinya masih sangat terbatas. Selain karena luasnya wilayah, terbatasnya distribusi juga disebabkan karena bentuk ANGKRINGAN sebagai media cetak yang mensyaratkan kemampuan membaca dan membeli bagi masyarakat. Periodisasi terbit yang semingu sekali sering menyebabkan Buletin ANGKRINGAN tidak bisa menyajikan informasi secara cepat.

Dari berbagai kelemahan tersebut, muncullah ide mendirikan sebuah stasiun radio. Pada bulan Agustus 2000, Radio ANGKRINGAN FM mulai mengudara. Awalnya Radio ANGKRINGAN menggunakan peralatan seadanya, hasil pinjaman dari warga, seperti tape recorder, kaset, dan CD. Jangkauannya hanya dalam radius 2 kilometer, menggunakan transmitter berkekuatan 10 watt. Lantas, setelah daya pancarnya ditambah menjadi 15 watt, jangkauan Radio ANGKRINGAN bisa mencapai 4 kilometer. Namun jangkauan ini belum mencapai seluruh wilayah Desa Timbulharjo. Berbagai program siaran terpaksa belum bisa dijalankan karena alatnya belum tersedia. Misalnya untuk siaran langsung atau telewawancara. Seringkali pengelola Radio harus meminjam perlatan ke warga, sebelum siaran.

Secara kebetulan Buletin ANGKRINGAN mendapat penghargaan dari Institut Studi Arus Informasi (ISAI), Agustus 2000. Selain mendapat Trophy ANGKRINGAN juga mendapat uang senilai Rp. 2,5 juta. Dana ini dipakai untuk membenahi peralatan studio sehingga sekarang radio ANGKRINGAN sudah bisa menjangkau seluruh wilayah Desa Timbulharjo. Siaran radio dilakukan setiap hari, antara jam 19.00-23.00. Studia ANGKRINGAN bertempat di Balai Desa Timbulharjo.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s