Stanplat dan Pendirian Lembaga

Posted: April 6, 2007 in Kabar Pikatan

Stanplat, Wahyu dan Sekretariat

 

Iqra’! Bacalah! Kata Tuhanmu. Tapi Muhamad seorang ummy, yang tak mengenal bacaan. Kemudian Tuhan, -melalui sang perantara Jibril- memberi isyarat kepada Muhamad untuk menyebut nama Tuhan, menganalisa kejadian manusia dan alam semesta.Dari sini jelas, bahwa membaca adalah bagian terpenting manusia guna menopang pemikiran dan perbuatan di dunia. Membaca juga telah menjadi bagian terpenting dari peradaban dunia. Jaya atau keoknya sebuah bangsa/masyarakat sangat ditentukan oleh bacaan. Bahkan ketiga agama samawi, Yahudi, Nasrani dan Islam mengandalkan dokomentasi teks. Mekkah, Madinah dan Yerusalem adalah kota jahiliyah sebelum kedatangan Nabi.

Ketiga kota ini pada kemudian hari menjelma menjadi perabadan baru setelah wahyu-wahyu itu datang. Ketiga agama ini mampu bertahan berabad-abad tiada lain karena pesan-pesan lisan dari Tuhan terdokumentasikan dalam bentuk kitab suci yang sekarang kita kenal. Wahyu adalah pesan-pesan kemanusiaan dari Tuhan. Di sampaikan secara “lisan” oleh Malaikat kepada para Rasul. Di kemudian hari para pengikut setia nabi merasa perlu mendokumentasikan pesan-pesan itu. Alhasil mereka harus menulis. Dari tulisan itulah kemudian menjadi bacaan, yang dibaca oleh miliaran manusia yang hidup di jaman globalisasi sekarang ini. Yang tercatat akan abadi Yang terucap akan menguap bersama angin Negara modern juga mempersyaratkan masyarakat bebas bacaan. Tanpa koran, majalah, buku, jurnal, buletin, selebaran, pamflet tiada mungkin bisa dikatakan negara demokratis; sebab pers adalah alat kontrol negara yang paling representatif. Hidup di era globalisasi tanpa bacaan bak gelandangan di rumah sendiri.

Seorang intelektual terkemuka menulis begini; “sebuah Indonesia modern yang sehat dan beradab dibangun di atas perimbangan tiga poros kekuatan: komunitas, badan publik, dan pasar. Dominasi satu/dua poros atas satu/dua poros lainnya menjadi jalan menuju malapetaka…. Semakin mengglobal gerak hidup kita, semakin intensif pencarian akar lokal kita. Semakin kencang globalisasi terjadi, makin kuat pula pencarian identitas diri.(B Herry Priyono;Kompas 9/12/2002) Kata ‘komunitas’ dan pencarian identitas diri lokal Temanggung itulah yang kami selalu menantang kami untuk bekerja mengabdi kepada masyarakat lokal Temanggung. Stanplat adalah buletin komunitas, bergerak di tingkat lokal dengan visi global. Jangan sampai masyarakat Temanggung tertinggal jauh dari peradaban global hanya karena maaf, tidak membaca, alias tidak beradab. “Mending jadi orang kampung asalkan mau baca ketimbang orang kota tapi tak baca, alias kampungan.” Hadirnya Stanplat tiada lain ingin meneladani tradisi-tradisi “wahyu” dari agama-agama samawi itu; beredar luas, dijadikan alat percerahan umat dan kemudian menjadi pedoman informasi, sekaligus menciptakan masyarakat yang gemar silaturahim (guyub).

Namun, mencetak satu eksemplar Stanplat setebal 12 halaman butuh banyak biaya. Sebulan kami harus mengusahakan minimal Rp 3,5 juta untuk biaya cetak. Belum lagi biaya lain. Uang itu kami cari melalui penggalian dana sukarela. Mulai dari sumbangan, iuran, jualan kaos dan penggalian uang iklan. Kesukarelaan ini tujuannya adalah sebagai wujud bakti kami kepada masyarakat lokal Temanggung. Enam edisi sudah berhasil kami luncurkan. Di usia balita ini mendadak kami terhenyak. Pundi-pundi uang Sdr Muniroh, simbok bendahara itu semakin menipis. Bukan karena bapak tak kerja. Tapi kebutuhan memang teramat besar bagi kami yang belum memiliki sumber penghasilan utama dari iklan maupun funding. Sedangkan di bagian redaksi kami akan memaksimalkan liputan berita lokal. Kami merasa bahwa selama ini Stanplat kurang pasokan berita.

***

Pertengahan Desember lalu seolah-olah ada suara dari langit mengema di telinga seluruh awak Stanplat. Entah wahyu, ilham, wangsit atau suara setan. Kami tak paham itu. Kurang lebih suaranya begini; “Hai orang-orang Stanplat, berkumpullah kalian agar hubungan kalian lebih baik. Janganlah seperti orang-orang jahiliah yang keras hatinya. Sadari semua kekurangan kalian. Benahi diri kalian. Tanpa berbenah dari dalam tiada mungkin masyarakat yang engkau hadapi akan berubah.” Tepat 16 Desember 2006 akhirnya seluruh awak Stanplat sepakat bermusyawarah di kediaman Sdr Joko Suseno di Pamulang Jakarta Selatan. Hampir semua awak Stanplat yang berdomisili di Jakarta dan Bandung bisa hadir. Pukul 16:00 sampai 21:00 kami berdiskusi dan saling memahami persoalan internal dan eksternal.

Rekomendasi rapat kali ini menghasilkan beberapa kesimpulan 1) Meningkatkan jalur komunikasi antara Temanggung dengan para kadang perantau 2) Meningkatkan Kinerja humas dan redaksi Stanplat di Temanggung 3) Mendirikan “Rumah Mudik”, di Temanggung 4) Usaha mandiri, jual kaos, pin, emblem, kalender dan lain-lain sebagainya. Memang, mencari uang bukan perkara gampang, apalagi urusan sekreatariat dan perbaikan kualitas Sumber Daya Manusia. Tapi kami selalu percaya ada usaha ada jalan. Tak terduga malam itu kami mendapatkan sekretariat gratis buat Stanplat, dengan status pinjaman untuk beberapa tahun. Uluran tangan mulia ini berasal dari rekan Said Bambang Nurcahya (Humas Stanplat).

Dengan begitu Stanplat sekarang sudah punya sekretariat resmi di Jl. S Parman No 662 Kauman Temanggung (sebelah barat Masjid Raya Temanggung). Sekretariat ini akan dijadikan tempat kerja awak Stanplat di Temanggung yang di bawah Komandan Che Gue Kidi, alias Mukidi. Fungsi lain dari sekretariat adalah sebagai tempat diskusi, perpustakaan dan aktivitas-aktivitas sosial masyarakat di Temanggung. Siapa saja yang ingin bergabung bersama Stanplat tak usah sungkan-sungkan. Kami berpikir, bekerja dan beramal untuk masyarakat Temanggung! Stanplat milik kita.(www.stanplat.com /edisi 06, bulan Des 2006) Faiz Manshur, penjaga dapur redaksi

Iklan
Komentar
  1. bisa minta kiriman majalahnya…
    thankz.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s