Pikatan di Kranggan
Tahap pertama silaturahmi ke kampung, selanjutnya punya tanggungjawab bekerja untuk rakyat Temanggung.
Orang kota ketemu saudara di kampung itu bukan berita. Tiap lebaran atau hari-hari tertentu saudara kita yang tinggal di kota juga pulang kampung. Tapi menjadi unik dan menarik ketika mantan orang desa kampung itu itu pulang tidak lagi berlagak kampungan, alias pulang hanya untuk klangenan dan ngedhebus tentang kehidupan kota dan pamer status sosial. Orang kota tidak jadi kampungan jika pulang membawa sesuatu yang bermanfaat bagi kampung halamanannya. Ya, itulah yang dilakukan para perantau asal Temanggung dengan mengadakan acara pertemuan di Wisma Sumodilogo Kranggan 19 Agustus lalu.
Para perantau yang selama ini bekerja mengelola buletin Stanplat berkumpul dengan teman-teman pecinta kegiatan sosial di Temanggung. Tujuannya satu, mengenal tawaran pengelola Stanplat yang punya gawe besar mendirikan organisasi PIKATAN (Perkumpulan Independen Komunitas Temanggungan). Sebuah organisasi sosial yang memfokuskan diri pada pemberdayaan masyarakat lokal Temanggung. Sebuah organisasi yang tidak mendikotomikan antara kaum perantau dengan kaum lokal di Temanggung. Sebuah organisasi yang ingin berkontribusi kepada rakyat Temanggung dalam mengarungi arus besar globalisasi.
Pertemuan yang dihadiri oleh tokoh masyarakat dan aktivis gerakan sosial di Temanggung itu berlangsung dalam suasana santai namun serius. Penulis kebetulan mendapat jatah menjelaskan kelahiran Buletin Stanplat yang kemudian karena kebutuhan aktivitas yang lebih besar membutuhkan organisasi berbadan hukum perkumpulan.
Berhubung masing-masing peserta banyak yang belum kenal satu sama lain, maka redaktur senior Stanplat, Mohammad Asa’di kami mintakan untuk memperkenalkan satu sama lain, baru kemudian diskusi bertema “Pikatan dan Gerakan Lokal” dalam rangka pendirian PIKATAN itu dimulai dengan memberikan kesempatan kepada dua narasumber yaitu AE Priyono (peneliti) dan Tri Agus Siswowihardjo (aktivis HAM).
Perkenalan yang dipandu oleh Asadi memberikan rasa kedekatan emosional bagi para peserta. Para peserta tiba-tiba mendapatkan situasi yang lain, yang tidak pernah dirasakan sebelumnya. Bahwa ternyata dari pertemuan sekian puluh orang itu saja tergali benih-benih potensi besar untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat Temanggung. “Luar biasa. Kita harus mampu menjadikan pertemuan ini bermakna. Tugas kita sekarang adalah mensinergikan potensi ini,”tanggap Rofiq Handoyo, salah seorang aktivis di Temanggung.
Pikatan adalah organisasi yang memiliki tujuan menghimpun kekuatan sumber daya manusia Temanggung untuk mengabdi kepada masyarakat Temanggung. Salahsatu tujuan pendirian Pikatan adalah membangkitkan kekuatan masyarakat lokal Temanggung secara sistematis dan terorganisir. Motivasinya antara lain adalah, ketidakadilan sosial, kebatilan politik, kesewenang-wenangan ekonomi. Kedua, mengkonsolidasikan pemikiran individu. Ketiga, hilangnya peranan sejati dari partai politik, kapasitas kultural yang merosot, potensi budaya yang tidak tergarap dan lain sebagainya.”
Secara khusus AE menegaskan, bahwa Pikatan berangkat dari sesuatu gerakan yang kecil, membangun dari bawah dan tidak ada pesan sponsor politik (pilkada dan pemilu). “Bahwa kemudian Pikatan menjadi wadah dari para aktivis yang nota bene memiliki organisasi lain itu sah-sah saja. Pikatan juga tidak ingin menjadi organisasi yang gemar mengklaim kegiatan organisasi lain,” tegas peneliti Reform Institute Jakarta ini.
Sedangkan Tri Agus yang punya pengalaman pribadi beraktivitas untuk daerah lain namun lupa dengan daerahnya sendiri itu membagi pengalaman, ” saya merasa tergugah untuk serius mengurus gerakan lokal di kampung halaman kita sendiri. Kalau selama ini mau bekerja untuk daerah lain, kenapa daerah kita sendiri tidak digarap,” tanyanya kepada diri sendiri. Tri agus juga menyarankan agar para perantau asal Temanggung, lebih serius memikirkan Temanggung.
Salah seorang peserta, Hasyim Affandi memberikan tanggapan, “Pikatan saya kira harus fokus. Selama ini saya melihat banyak organisasi dengan berbagai kegiatannya. Kelemahannya adalah karena tidak fokus. Selain harus memakai tahapan yang realistis, Pikatan saya harap bisa serius menjadi alat pengontrol pemerintah,” kata mantan Bupati Magelang sebagai salahsatu peserta diskusi.
Beragam tanggapan kemudian muncul bertubi-tubi dari masing-masing peserta. Maklum, forum ini adalah pertemuan aktivis yang rata-rata mahir menyampaikan pendapat dan memiliki banyak pengalaman dan gagasan. Dari lebih 60 peserta moderator hanya mampu menampung 16 penanggap. Hal ini tidak lain karena waktu tidak mungkin cukup untuk melanjutkan acara lebih sore lagi. Senja yang temaram. Temanggung yang kering kerontong oleh kemarau. Pukul 15:00 peserta bubar, sedangkan panitia melanjutkan rapat pertemuan untuk keperluan legalisasi dan acara Rapat Anggota Perkumpulan yang insya allah akan dijadwalkan pada musim Idul Fitri tahun ini. (faiz manshur)
Mereka yang hadir pada acara PIKATAN:
|
No |
Nama |
Organisasi |
Asal |
|
1 |
Bambang Purnomo |
|
Kranggan |
|
2 |
Nur Makhsun |
Ketua GP Ansor |
Kedu |
|
3 |
Miftahul Hadi |
Wakil Ketua Ansor |
Kedu |
|
4 |
Ananto |
|
Giyanti |
|
5 |
Ahmad Soleh |
PBKSI/LSPPI |
Kandangan |
|
6 |
Ida Fitria Fauzi |
Fatayat NU |
Temanggung |
|
7 |
Probosuseno |
Dokter |
Mujahidin Temanggung |
|
8 |
Hayatul M |
PD-NA |
Tembarak |
|
9 |
Iwan Said M |
|
candiroto |
|
10 |
Iwan Yusuf |
|
candiroto |
|
11 |
Aida Suswandari |
Mahasiswi |
Projo Madureso |
|
12 |
M.N. Sadikun |
Ansor |
Parakan |
|
13 |
Zaenuri R |
STAINU TMG |
Kemloko Tempuran |
|
14 |
Subhan Zuhrie |
STAINU TMG |
Ngemplak Kandangan |
|
15 |
Bisron M |
Muhamadiyah |
Tembarak |
|
16 |
Rifa. A |
KMT |
Lungge |
|
17 |
Agus Pramono |
KIAT |
Jakarta |
|
18 |
Prasetyo Papang |
Aktivis Tani |
Nglungko Kedu |
|
19 |
Teguh G.A |
|
Secang |
|
20 |
Bambang R |
|
Kedu |
|
21 |
Kartika Andriani |
|
Akper Al-kautsar |
|
22 |
Tomi S.W.P |
|
Akper-Al-Kautsar |
|
23 |
Hasyim Affandi |
Mubaligh |
Danurejo Kedu |
|
24 |
Darsono |
|
Parakan |
|
25 |
Aldila k.s |
|
Mudal |
|
26 |
Adyita A.S |
|
Parakan |
|
27 |
Edi Darmono |
Dosen |
Yogyakarta |
|
28 |
Syarif |
KMT |
Temanggung |
|
29 |
M. Risyad H |
Ketua Gamara |
Wanutengah Parakan |
|
30 |
Mujiyatno |
Direktur LPR |
Semarang |
|
31 |
M Sigit |
|
Bandung |
|
32 |
Titi Roso Sarkoro |
Guru |
Temanggung |
|
33 |
M Richwan |
|
Temanggung |
|
34 |
Sukamto |
Mitra Dien |
Parakan |
|
35 |
Yanti Nugroho |
LSM Sahabat Perempuan |
Temanggung |
|
36 |
Andy Yoes |
|
Jakarta |
|
37 |
Singgih S Kartono |
Pengusaha |
Kandangan |
|
38 |
Silvester Hardanny |
Seniman |
Jakarta |
|
39 |
Firdaus |
aktivis |
Temanggung |
|
40 |
Faiz Manshur |
|
Kaloran |
|
41 |
AE Priyono |
|
Jakarta |
|
42 |
Yusron Acevina |
|
Kauman Parakan |
|
43 |
Tri Agus S |
|
Jakarta |
|
44 |
Anif Punto |
|
Jakarta |
|
45 |
Muhisom |
|
Parakan |
|
46 |
Mukidi |
|
Bulu |
|
47 |
Irawan Prasetyadi |
|
Tangerang |
|
48 |
Said B Nurcahya |
|
Bandung |
|
49 |
Tri Wahyuni |
|
Kandangan |
|
50 |
Tari |
|
Temanggung |
|
51 |
Usna |
|
Tembarak |
|
52 |
M Asadi |
|
Temanggung |
|
53 |
Fakhrudin Aswad |
|
Jakarta |
|
54 |
Mashar Fahmi |
|
Temanggung |
Agustus 31, 2007 pukul 2:49 am
Beberapa teman di Tmg menanggapi bahwa mereka pesimis kalau organisasi yang sudah ada menginduk ke PIKATAN. Perlahan harus bisa kita yakinkan bahwa PIKATAN bisa mengkonsolidasikan masing2/semua organisasi dng menampung atau menumbuhkan aspirasi bukan mengambil “ladang” mereka.
Agustus 31, 2007 pukul 9:25 am
Udin,
Kalau pesimis soal induk-menginduk itu sebenarnya kurang tepat dibicarakan. PIKATAN tidak pernah punya niatan sebagai induk semang dengan cara top down terhadap organisasi lain. Coba baca AD/ART secara jeli. Hubungan PIKATAN dengan organisator dari organisasi/LSM/Ormas di Temanggung ini lebih pada hubungan personal, bukan hubungan organisasi. Sampaikan kepada teman-teman yang belum paham dengan penjelasan ini.
salaman
faiz
November 26, 2007 pukul 8:13 am
Mau tanya, itu ada yang dari projo Madureso, Madureso desa aku bukan yaach?yang namanya Aida Wulandari…sukron tuk jawabannya
November 26, 2007 pukul 1:23 pm
kalau di Temanggung setahu kami hanya satu. Barangkali memang satu kampung dengan Anda.
Anda sendiri dimana sekarang?
salam
Udin
Sekretaris PIKATAN
November 30, 2007 pukul 12:25 am
saya asli TMG, besar di TMG, kerja di TMG, namun sat ini sedang jauh dari TMG…. jadi seneng rasanya membaca berita dan tulisan2 tentang TMG… Makasih banyak !
April 8, 2008 pukul 2:38 am
jo tek si